Kawasan Peruntukan Industri di Indramayu Mulai Dilirik Investor, Kini Tercatat Sudah Ada 18 Industri

Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Kabupaten Indramayu mulai dilirik para investor.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kabid Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Indramayu, Muhammad Iqbal, Rabu (30/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Kabupaten Indramayu mulai dilirik para investor.

KPI ini masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Indramayu 2017, dengan alokasi lahan seluas 20 ribu hektare.

Kabid Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Indramayu, Muhammad Iqbal mengatakan, sampai saat ini sedikitnya sudah ada 18 perusahaan industri yang berinvestasi di Kabupaten Indramayu.

INI Klarifikasi Najwa Shihab Wawancarai Bangku Kosong Saat Menkes Terawan Tak Datang ke Mata Najwa

"Kami merevisi dialokasikan KPI menjadi 20.000 hektare di tahun 2017, dengan revisi RTRW ini pemerintah Kabupaten Indramayu sangat membuka diri untuk investasi di bidang industri," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (30/9/2020).

Kedelapan belas industri yang sudah masuk itu meliputi PT Pertamina RU VI Balongan (migas,BBM), PT Petrochemical Complex (petrokimia), PT Polytama Propindo (biji plastik), PT Damarindo (resin sintetis) di Kecamatan Balongan.

Sudah Berstatus Sebagai Tersangka, Mantan Dirut PDSMU Belum Akan Ditahan, Ini Alasannya

6 Tips dari Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Agar Tak Muncul Klaster Keluarga, Jangan Piknik Dulu

Rencana Pelabuhan Indramayu/Losarang, PT Susanti Megah (garam yodium), PT Kawaguchi Kimia Indonesia (kimia organik sintetis), PT Grand Indonesia Industry (cover jok mobil), PT Java Seafood (pengolahan ikan), PT Chang Jui Fang Indonesia (Keramik) di Kecamatan Losarang.

PT. Pulau Intan Lestari (textile), PT Hibro Indonesia (perternakan ayam), PT Sinta Indah Jaya (textile), PT Kartika Eka Dharma (pengolahan sosis), PT Bounty (pakan ternak) di Kecamatan Gantar.

PT Tesco Indomaritim (galangan kapal), PLTU Indramayu (pembangkit listrik) di Kecamatan Sukra dan PT Sun Bright Lestari (sepatu) di Kecamatan Krangkeng.

Banyak Waktu Luang Selama Pandemi Covid-19, Mahasiswa di Kuningan Ini Malah Bisnis Sabu

Meski demikian, disampaikan Muhammad Iqbal dari seluruh industri yang masuk KPI di Kabupaten Indramayu, sebanyak 4 industri di antaranya masih berproses.

Yaitu PT Sun Bright Lestari, PT Petrochemical Complex (Petrokimia), PT Tesco Indomaritim (galangan kapal), dan PLTU Indramayu (pembangkit listrik).

"Kendalanya faktor permodalan dari pengusaha, masalag pembebasan lahan, dan juga kaitannya dengan pandemi Covid-19," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved