Breaking News:

Virus Corona Indramayu

Rekor Tertinggi Lonjakan Kasus Covid-19 Indramayu, Bertambah 13 Kasus Baru, 3 Di Antaranya Pelajar

Mereka tersebar di 8 Kecamatan berbeda, paling banyak terpapar di Kecamatan Kertasemaya dan Kecamatan Kroya dengan sebanyak 3 orang.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
pixabay
Ilustrasi virus Covid-19. Banyak yang belum tahu, penularan covid-19 lebih sering terjadi di rumah. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Di Kabupaten Indramayu, lonjakan kasus Covid-19 kembali terjadi, total ada sebanyak 13 kasus baru pada Sabtu (26/9/2020).

Lonjakan tersebut pun menjadi yang tertinggi di Kabupaten Indramayu selama pandemi.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) rCovid-19, Deden Bonni Koswara mengatakan, tingkat penyebaran Covid-19 masih terjadi, masyarakat harus waspada, pemerintah meminta agar tidak abai dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Penambahan ini membuat total kasus di Indramayu mencapai 170 orang," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.

Deden Bonni Koswara menjelaskan, mereka yang terkonfirmasi berasal dari kalangan wiraswasta (6 orang), ibu rumah tangga (4 orang), anak-anak atau pelajar (3 orang).

Mereka tersebar di 8 Kecamatan berbeda, paling banyak terpapar di Kecamatan Kertasemaya dan Kecamatan Kroya dengan sebanyak 3 orang.

Kecamatan Indramayu 2 orang, Kecamatan Karangampel, Anjatan, Juntinyuat, Krangkeng, dan Arahan masing-masing 1 orang.

"Pasien terkonfirmasi itu adalah Ny EAL (27), Ny R (47), Tn BJ (29) dari Kertasemaya; Tn EF (33) Ny NF (20), Anak A (15) dari Kecamatan Kroya; Tn S (39), Anak CNA (13) dari Kecamatan Indramayu," ujar dia.

Bertambah 4.494 Orang Sabtu 26 September 2020, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 271.339 Orang

Ini Tanda-tanda Kadar Gula Darah Tinggi, Waspada Anda Alami Diabetes! Ini yang Harus Dilakukan.

"Tn S (43), Ny K (43), Tn R (34), Tn W (50), dan Ny S (45) masing-masing dari Kecamatan Karangampel, Anjatan, Juntinyuat, Krangkeng, dan Arahan," lanjut Deden Bonni Koswara.

Selain karena tracing atau pelacakan, penyebab utama pasien terpapar Covid-19 karena tak mengindahkan protokol kesehatan.

Deden Bonni Koswara menyampaikan, pihaknya pun sampai hingga kini masih terus melakukan pendataan terhadap kontak erat seluruh pasien.

"Kami masih melakukan pendataan untuk orang yang kontak erat," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved