Mantap Nih, Pemuda di Majalengka Ini Manfaatkan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Sayuran Hidroponik

Jika pemuda lain beranggapan bahwa masa muda adalah waktu untuk hidup foya-foya, ia justru memanfaatkan masa muda untuk berinovasi membuka kebun. . .

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Kebun hidroponik milik Roby Bastian Sukma (22), warga Kelurahan Majalengka Kulon 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Kreatif dan inovatif tampaknya pantas disematkan kepada Roby Bastian Sukma (22), remaja asal Kelurahan Majalengka Kulon di Gang Kramat, Jalan Suma, Kecamatan/Kabupaten Majalengka.

Jika pemuda lain beranggapan bahwa masa muda adalah waktu untuk hidup foya-foya, ia justru memanfaatkan masa muda untuk berinovasi membuka kebun hidroponik.

Alhasil, pemuda ini sukses memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumahnya untuk dijadikan kebun yang ditanami sayur-mayur organik.

Ditemui Tribuncirebon.com di kebun miliknya, Roby mengaku kegiatannya bercocok tanam merupakan pengaplikasian dari apanyang ia pelajari selama duduk di bangku perkuliahan.

Mahasiswa semester akhir di Fakultas Pertanian dengan jurusan Agroteknologi ini, mendapatkan ilmu yang berharga dnegan hasil yang bisa menjadi ladang mencari rezeki yang menjanjikan

"Jadi awalnya itu kan saya basicnya dari Fakultas Pertanian, nah selain mengisi waktu di masa pandemi Covid-19 ini, saya memanfaatkan ilmu saya, yaitu dengan bercocok tanam dengan hidroponik ini," ujar Roby, Sabtu (26/9/2020).

Alasan kenapa menggeluti aktivitas bercocok tanam dengan hidroponik sendiri, jelas dia, ingin memanfaatkan lahan rumahnya yang selama ini dirasa tidak efektif.

Rumah seluas kurang lebih 500 m² itu awalnya hanya hamparan lahan kosong tanpa dihiasi suatu barang apapun.

"Selain itu, efisiensi dari pupuk juga, memaksimalkan adanya pupuk dan yang ketiga memanfaatkan keterbatasan air," ucapnya.

Berkat keuletannya, beragam tanaman seperti Selada serta jenis sawi Pakcoy dan Bayam tumbuh subur di pekarangan rumahnya.

Ia mengatakan, sudah tiga bulan lamanya, remaja yang kini masih lajang itu sudah menggeluti aktivitas tersebut.

"Untuk hasil tanaman saya jual dengan cara di-posting di media sosial. Alhamdulilah, penghasilannya bisa membantu orang tua sehari-harinya," jelas dia yang membutuhkan biaya Rp 3 juta untuk budidaya usaha tersebut.

Sementara, untuk harga jual masing-masing sayurannya, Roby mengaku untuk Bayam dihargai Rp 7 ribu per 250 gramnya, Selada Rp 8 ribu per 250 gram dan Sawi Rp 8 ribu per berat yang sama.

Salah satu tetangga yang membeli sayuran hidroponik, Tia (39) mengatakan, selama tetangganya itu membuka usaha jual sayuran hidroponik, dirinya mengaku rajin membeli.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved