Breaking News:

Komisi VIII DPR RI Salurkan BOP untuk 100-an Lembaga Pendidikan Islam di Cirebon dan Indramayu

Lembaga-lembaga tersebut menjadi sasaran penyaluran BOP dari Kemenag RI karena terdampak pandemi Covid-19.

Ahmad Imam Baehaqi - Tribincirebon.com
Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina (kiri), saat menyerahkan secara simbolis BOP kepada perwakilan pondok pesantren di Gedung Korpri Kota Cirebon, Jalan Brigjend Dharsono, Kota Cirebon, Rabu (15/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyerahkan Bantuan Operasional Pesantren (BOP) ke sejumlah lembaga pendidikan Islam di wilayah Cirebon dan Indramayu, Rabu (16/9/2020).

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada perwakilan pondok pesantren, Madrasah Diniyah Taklimiyah (MDT), Taman Pendidikan Alquran (TPQ), dan Taman Kanak-kanak Alquran (TKQ) di Gedung Korpri Kota Cirebon, Jalan Brigjend Dharsono, Kota Cirebon.

Lembaga-lembaga tersebut menjadi sasaran penyaluran BOP dari Kemenag RI karena terdampak pandemi Covid-19.

Selly menyampaikan, besaran BOP yang diberikan kepada ponpes, MDT, TPQ, dan TKQ bervariasi tergantung pada jumlah santri atau muridnya.

Menurut dia, sedikitnya ada 11 pesantren di Kota dan Kabupaten Cirebon serta Indramayu yang mendapat bantuan tersebut.

"Selain itu, BOP ini diberikan juga kepada 61 MDT dan 43 TKQ serta TPQ," kata Selly Andriany Gantina saat ditemui usai kegiatan.

Ia mengatakan, setiap MDT, TKQ, dan TPQ mendapatkan bantuan senial Rp 10 juta, sedangkan pesantren berkisar antara Rp 25 juta - Rp 40 juta.

Karenanya, total BOP yang disalurkan ke 100-an lembaga pendidikan Islam di wilayah Cirebon dan Indramayu mencapai Rp 1,3 miliar.

Wakil Ketua MPR RI Minta Sumur Tujuh & Petilasan Prabu Siliwangi di Cibulan Kuningan Dikelola Serius

Ini Spesifikasi Vivo V20 dan Vivo V20 SE yang Bakal Dirilis 29 September 2020 Nanti

Selly menyampaikan, anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk operasional, gaji pegawai, dan lainnya.

Namun, yang paling penting ialah penyediaan fasilitas penunjang protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan masing-masing lembaga.

"Ada juknisnya, silakan digunakan sesuai ketentuan itu. Tapi, harus ada alokasi untuk penyediaan protokol kesehatan," ujar Selly Andriany Gantina.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved