Breaking News:

Komisi VIII DPR RI Minta Kemenag Benahi Database karena Belum Semua Lembaga Pendidikan Terima BOP

Karenanya, hingga kini belum semua lembaga tersebut telah mendapatkan BOP dari pemerintah pusat.

Ahmad Imam Baehaqi - Tribincirebon.com
Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina (kiri), saat menyerahkan secara simbolis BOP kepada perwakilan pondok pesantren di Gedung Korpri Kota Cirebon, Jalan Brigjend Dharsono, Kota Cirebon, Rabu (15/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, meminta Kemenag RI merapihkan database lembaga pendidikan Islam.

Pasalnya, saat ini database tersebut masih tumpang tindih sehingga menghambat penyaluran Bantuan Operasional Pesantren (BOP).

Selly menyampaikan, lembaga pendidikan Islam di Kota dan Kabupaten Cirebon serta Indramayu belum semuanya menerima BOP tersebut.

Komisi VIII DPR RI Salurkan BOP untuk 100-an Lembaga Pendidikan Islam di Cirebon dan Indramayu

VIDEO - Wakil Ketua MPR RI Cium Ikan Dewa Saat Ziarah ke Petilasan Prabu Siliwangi di Cibulan

"Jumlah yang kami ajukan banyak, tapi yang sudah cair baru 100-an," kata Selly Andriany Gantina saat ditemui usai menyerahkan BOP ke perwakilan pesantren, MDT, TPQ dan TKQ di Gedung Korpri Kota Cirebon, Jalan Brigjend Dharsono, Kota Cirebon, Rabu (16/9/2020).

Ia mengatakan, kini BOP tersebut baru disalurkan ke 11 pesantren, 61 MDT, dan 43 TPQ serta TKQ di wilayah Cirebon dan Indramayu.

Sebab, lembaga-lembaga yang telah diajukan saat dilakukan verifikasi nomor EMIS-nya justru tidak ada di database Kemenag RI.

Selain itu, ada juga nomor EMIS suatu lembaga yang ternyata beberapa lembaga lainnya pun nomor serinya sama.

"Ada juga nomornya sama tapi nama lembaganya beda, harusnya tidak seperti itu," ujar Selly Andriany Gantina.

Selly menyampaikan, hal itupun terjadi di lembaga-lembaga daerah lainnya.

Karenanya, hingga kini belum semua lembaga tersebut telah mendapatkan BOP dari pemerintah pusat.

Ini Spesifikasi Vivo V20 dan Vivo V20 SE yang Bakal Dirilis 29 September 2020 Nanti

BMKG: Waspada 7 Wilayah Ini Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Besok

Padahal, mereka telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditentukan untuk mendapatkan BOP tersebut.

"Karena pencocokan datanya bermasalah, sehingga belum semuanya menerima BOP," kata Selly Andriany Gantina.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved