Video
VIDEO - Tragis! Tiga Bersaudara di Indramayu Ini Depresi Berat Gara-gara Jadi Janda dan Duda
Salah seorang keluarga, Rohati (43) mengatakan, depresinya ketiga saudaranya itu diketahui pasca mengalami gagal berumah tangga.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Nasib tidak mengenakan dialami tiga bersaudara di Desa Temiyang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.
Ketiganya mengalami depresi parah selama bertahun-tahun dan kerap kali meresahkan warga setempat.
Mereka adalah Tarsim (60), Cainda (40), dan Sugiarti (38). Ketiganya merupakan 3 dari 6 bersaudara.
Salah seorang keluarga, Rohati (43) mengatakan, depresinya ketiga saudaranya itu diketahui pasca mengalami gagal berumah tangga.
Mereka ditinggalkan baik oleh istri maupun suaminya masing-masing dan hingga kini ketiganya juga tidak memiliki anak.
"Ada 6 bersaudara, saya anak keempat. Kalau Tarsim anak kesatu, Cainda anak kelima, dan Sugiarti anak keenam," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (26/8/2020).
Rohati menceritakan, ketiganya kerap kali menganggu masyarakat setempat.
Terlebih kelakuan Cainda yang tidak jarang mengancam membunuh termasuk pada dirinya dan kedua saudaranya lainnya yang mengalami gangguan jiwa.
Ia menyampaikan, kakaknya Tarsim yang mengalami depresi lebih dahulu sekitar 10 tahun lalu.
• Calon Janda Muda Usia 19 Tahun di Indramayu Ini Lelah Suaminya Terus-terusan Main, Pilih Gugat Cerai
• Daftar Harga iPhone Akhir Agustus 2020: Ada iPhone 7 Plus, iPhone 8 hingga iPhone 11 Pro Max
Kemudian disusul dua adiknya Sugiarti sekitar 5 tahun lalu dan terakhir Cainda pada 2 tahun lalu.
Selama ini hanya Rohati saja yang mengurus ketiganya.
Orang tua mereka kini sudah tidak ada sedangkan dua saudara lainnya berada di Jakarta.
Mengetahui hal tersebut Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kabupaten Indramayu segera melakukan pendampingan agar ketiganya bisa dirawat dengan layak.
"Kita urus keperluannya ke Dinas Kesehatan (Dinkes) agar mereka ini bisa dirawat dengan layak," ujar Koordinator TRC PPA Kabupaten Indramayu, Adi Wijaya.