Ini Kendala yang Dihadapi DLH dalam Program Bank Sampah di Kota Cirebon

Yakni, ketika pergantian kepengurusan RW, pengumpulan sampah dari rumah-rumah warga tidak berjalan lagi sehingga bank sampah tidak terurus.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Imam Baehaqi/Tribuncirebon.com
Sejumlah anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon saat rapat kerja bersama DLH Kota Cirebon di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (13/8/2020). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Abdullah Syukur, mengakui adanya sejumlah kendala dalam pelaksanaan program bank sampah di Kota Cirebon.
Menurut dia, selama ini jajarannya telah membuat 40 titik bank sampah yang tersebar di Kota Cirebon.
Namun, dalam perjalanannya pengelolaan bank sampah di tingkat RW menemui kendala teknis.
Yakni, ketika pergantian kepengurusan RW, pengumpulan sampah dari rumah-rumah warga tidak berjalan lagi sehingga bank sampah tidak terurus.
Sebab, pengurus RW yang menentukan petugasnya, jam pengumpulan sampah, dan diangkut melalui gerobak.
"Banyak kendala teknis di lapangan, saat pergantian kepengurusan RW, maka program bank sampah juga terpengaruh," ujar Abdullah Syukur saat rapat kerja bersama Komisi II DPRD Kota Cirebon di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (13/8/2020).
Dalam kesempatan itu, Syukur juga meminta saran dan masukan dari Komisi II DPRD Kota Cirebon.
Agar kendala teknis semacam itu dapat teratasi dan program bank sampah di Kota Cirebon berjalan lancar.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan mengenai program lainnya yang telah dilaksanakan DLH Kota Cirebon.
Di antaranya, penutupan tiga Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Kota Udang dan diganti menjadi taman.
"TPS Wahidin, TPS Kesambi, dan TPS Prujakan sudah ditutup, sebagai gantinya kami menyediakan TPS mobile," kata Abdullah Syukur.

Soroti Program Bank Sampah

Komisi II DPRD Kota Cirebon menyoroti program bank sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkot Cirebon.

Pasalnya, program tersebut dianggap belum efektif karena terkendala teknis yang ditemui di lapangan.

Anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon, Doddy Aryanto, mengatakan, program bank sampah seharusnya menjadi prioritas DLH Kota Cirebon.

Namun, pada kenyataannya program tersebut belum berjalan efektif sehingga harus diatasi akar permasalahannya.

"Beberapa program yang seharusnya menjadi prioritas dalam penanganan sampah justru tidak maksimal, termasuk bank sampah ini," ujar Doddy Aryanto saat rapat kerja bersama DLH Kota Cirebon di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (13/8/2020).

Dalam rapat itu, Doddy juga tampak mempertanyakan beberapa program kerja yang terkendala masalah teknis.

Ia mengatakan, justru program yang bukan termasuk prioritas capaian penyerapan anggarannya cukup tinggi.

Padahal, menurut dia, seharusnya program prioritas mendapat perhatian penuh dari jajaran DLH Kota Cirebon sehingga berjalan maksimal.

 Daftar Harga Hp Oppo Terlengkap Agustus 2020, Mulai Oppo Reno4 Rp 5 Jutaan hingga A5, A9, dan A12

 Perubahan Teks Proklamasi Tulisan Tangan Soekarno dengan Naskah Ketikan Sayuti Melik

Doddy menyampaikan, beberapa program prioritas tersebut di antaranya, penyediaan sarana dan prasarana penanganan sampah, pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan TPA.

"Capaian program prioritas ini masih rendah, sehingga pelaksanaannya perlu dimaksimalkan lagi," kata Doddy Aryanto.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved