Sabtu, 25 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Jatiwangi Cup

Bak Binaragawan Wabup Majalengka Tarsono Tampil dalam Perlombaan Binaraga Antar Buruh Pabrik Genteng

Salah satu binaragawan, Yana Kusyana (23) mengatakan, dirinya sudah sejak tahun pertama telah mengikuti kejuaraan jebor tersebut.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Wakil Bupati Majalengka dan para Kepala Dinas unjuk kebolehan dengan tampil di atas panggung bak binaragawan 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Gelaran perlombaan binaraga antar jebor atau pekerja pabrik genteng bertajuk Jatiwangi Cup yang digelar Jatiwangi Art Factory (JAF) resmi digelar, Selasa (11/8/2020) malam.
Perlombaan itu diikuti oleh 20 binaragawan yang bekerja sebagai buruh pabrik genteng di wilayah Jatiwangi.
Lomba binaraga ini rutin setiap tahun digelar atau kini sudah memasuki tahun ke-6.
Namun, pandemi Covid-19 seperti sekarang ini mengharuskan gelaran tersebut menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.
Salah satu binaragawan, Yana Kusyana (23) mengatakan, dirinya sudah sejak tahun pertama telah mengikuti kejuaraan jebor tersebut.
Meski, belum pernah merasakan kemenangan, ia mengaku hal itu hanya sebagai sebuah hiburan dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI.
"Sudah 6 kali saya ikuti kejuaraan ini. Selain untuk memajukan penjualan genteng-genteng di wilayah Jatiwangi, motivasi saya untuk memperingati HUT RI memperlihatkan jiwa nasionalisme," ujar Yana saat ditemui selepas acara.
Ia pun berharap, dengan terus diselenggarakannya kegiatan tersebut, dapat meningkatkan penjualan para pengusaha genteng.
Sehingga, dapat bersaing dengan para penjual genteng yang baru bermunculan.
"Sekarang kan banyak nih penjual genteng baru bermunculan, ya semoga dapat meningkatkan penjualan genteng kami lah," ucapnya.
Sementara, dalam pergelaran perlombaan para jebor tersebut, tampak dihadiri oleh Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardiana, Kepala Dinas Kominfo, Gatot Sulaeman, Kepala Dinas Parbud atau yang mewakili dan Camat Jatiwangi.
Selain menyaksikan, mereka juga unjuk kebolehan dengan tampil di atas panggung dengan membuka baju bak binaragawan profesional.

Puluhan pekerja pabrik genting atau biasa disebut jebor mengikuti lomba binaraga antar jebor melalui kompetesi bertajuk Jatiwangi Cup  yang digelar Jatiwangi Art Factory (JAF).

Lomba binaraga ini rutin setiap tahun digelar, namun karena pandemi Covid-19 kegiatan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Direktur JAF, Ginggi Syar Hasyim mengatakan lomba ini digelar sejalan dengan semangat HUT kemerdekaan RI, sekaligus memperingati pencapaian kebudayaan pengolahaan tanah yang sudah lebih dari seabad lamanya berlangsung.

Ginggi mengatakan, kontes tahunan yang diikuti para pekerja bertubuh kekar dari sejumlah pabrik genteng di Jatiwangi tersebut digelar untuk memperingati HUT ke-75 Republik Indonesia.

Sekaligus, sebagai rasa syukur atas karunia yang diberikan.

"Jebor atau pabrik genteng merupakan salah satu sarana kehidupan manusia Jatiwangi yang kehadirannya bahu-membahu dengan pertanian, dan ini sudah berlangsung lama," ujar Ginggi saat ditemui di lokasi, Selasa (11/8/2020) malam.

 Suami Istri di Bandung Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Covid-19, Seusai Disuntik Sang Suami Ngojek Lagi

 Diduga Stres Ditagih Utang, Pria di Sukabumi Coba Bunuh Diri dengan Panjat Tower Setinggi 75 Meter

 Daftar Harga Terbaru Hp Oppo Agustus 2020, Lengkap Mulai dari Oppo A1K, A5, A9, A12 hingga Reno4

Pengalaman manusia Jatiwangi dalam mengolah tanah, kata Ginggi, benar-benar telah menubuh.

Hal itu bisa dilihat dari lekuk tubuh para peserta Jatiwangi Cup itu.

"Keliatan tubuh mereka didapatkan sebagai hasil dari mengolah tanah untuk menjadi genteng (keramik) yang menaungi atap-atap rumah kita. Jatiwangi Cup memang merayakan kebugaran sekaligus lekuk tubuh para pekerja pabrik genteng, para manusia Jatiwangi," ucapnya.

Dia menegaskan, dalam suasana pandemi Covid-19 ini, bekerja di rumah sudah menjadi imbauan pemerintah.

Namun, kondisi itu tak berlaku bagi kaum pergentengan (jebor pabrik genteng), karena dirinya menganggap rumah kedua.

"Jatiwangi Cup 2020 mestinya berlangsung di PG Super Bambang, Baturuyuk. Tapi karena pandemi menuntutnya untuk menyesuaikan diri menerapkan protokol kesehatan dan digelar di Jebor Hall, Jatiwangi art Factory," jelas dia.

Salah satu peserta yang memperagakan kebolehannya sebagai binaragawan di kejuaraan bertajuk Jatiwangi Cup yang digelar Jatiwangi Art Factory (JAF).
Salah satu peserta yang memperagakan kebolehannya sebagai binaragawan di kejuaraan bertajuk Jatiwangi Cup yang digelar Jatiwangi Art Factory (JAF). (TribunCirebon.com/Eki Yulianto)

Karena harus menjaga jarak, lanjut dia, yang dipersilakan menonton hanya anggota keluarga peserta.

Tentunya, dengan duduk dalam kluster-kluster yang berjarak dengan protokol kebersihan yang ketat.

Termasuk tahap penjurian dibagi dua.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved