Breaking News:

Covid 19 di Kuningan

2.200 Warga Kuningan Bakal Ikuti Tes Swab Massal Selama 2 Pekan, Tenaga Kependidikan Jadi Prioritas

dalam beberapa minggu terakhir kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Kuningan terus meningkat,

Handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Ilustrasi - Swab massal yang dilakukan di Toserba Yogya Indramayu, Rabu (24/6/2020). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten Kuningan segera melakukan tes swab secara massal terhadap 2.200 orang.

"Tes swab massal itu rencananya akan dilakukan mulai 19 Agustus 2020 mendatang. Rencana swab massal itu akan dilakukan selama dua pekan," kata Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan Dr Denny Mustafa mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, Dr Hj Susi Lusiyanti saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (12/8/2020).

Menurut Denny, tes swab massal tersebut diprioritaskan untuk tenaga kesehatan dan tenaga kependidikan.

"Tenaga kependidikan diprioritaskan untuk menjalani tes swab karena saat ini beberapa sekolah di Kabupaten Kuningan sudah mulai melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka," katanya.

Tes swab massal tersebut dilakukan untuk mendapatkan hasil lebih detail penyebaran covid-19 di Kabupaten Kuningan.

Tak Ada Lagi Zona Merah, Presiden Jokowi Apresiasi Penanganan Covid-19 di Provinsi Jabar

Daftar Harga Terbaru Hp Oppo Agustus 2020, Lengkap Mulai dari Oppo A1K, A92, Find X2 hingga Reno4

Berikut Ini Doa-doa Nabi Ayyub AS yang Mustajab Dipanjatkan Saat Ditimpa Cobaan Berat dan Penyakit

"Sebab dalam beberapa minggu terakhir kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Kuningan terus meningkat," katanya.

Sementra Juru Bicara Tim Crisis Centre Percepatan Penanganan Covid -19 Kuningan, Agus Mauludin mengatakan bahwa hingga hari ini total ada 77 kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Kuningan. Dari 77 kasus itu, 59 di antaranya sudah dinyatakan sembuh, 2 meninggal dunia dan 16 lainnya masih dikarantina.

"Sebagai rincian kasus suspek total sebanyak 2009 orang dengan sebutan Discarded sebanyak 1964 orang dan masih dalam karantina sebanyak 44 orang," katanya.

Kemudian untuk kasus total rapid positif ada sebanyak 102 orang dan masih karantina ada sebanyak 22 orang.

"Dalam kasus ini, Jumlah sembuh rapid positif sebanyak 72 orang dan meninggal rapid positif ada sebanyak 8 orang, serta untuk jumlah rapid positif jadi konfirmasi tidak ada penambaha," ungkapnya.

Untuk kasus terkonfirmasi itu total ada sebanyak 77 orang dan untuk Discarded ada sebanyak 59 orang, Kemudian untuk jumlah masih karantina ada sebanyak 16 orang.

"Untuk jumlah yang meninggal ada sebanyak 2 orang dan mayoritas berjenis kelamin dari Laki-laki sebanyak 49 orang dan Perempuan sebanyak 28 orang," katanya.

Kemudian untuk kasus probable total kasus ada 1 orang, dengan jumlah meninggal 1 orang dan untuk kasus ini berjenis kelamin dari perempuan.

"Selanjutnya, untuk kasus yang melakukan kontak erat itu total sebanyak 504 orang, Discarded sebanyak 467 orang dan masih dalam masa karantina sebanyak 37 orang. Kasus ini berjenis kelamin dari Laki-laki sebanyak 254 orang dan Perempuan sebanyak 250 orang," katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved