Breaking News:

Kecelakaan Maut Tol Cipali

Polisi Sebut Siapapun Bisa Jadi Tersangka dalam Kasus Kecelakaan Maut KM 184 Tol Cipali

Pihak kepolisian masih mendalami kasus kecelakaan maut di KM 184 Tol Cikampek - Palimanan (Cipali)

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Pihak kepolisian masih mendalami kasus kecelakaan maut di KM 184 Tol Cikampek - Palimanan (Cipali) yang terjadi pada Senin (10/8/2020) kira-kira pukul 03.30 WIB.

Bahkan, jajaran Polresta Cirebon telah meningkatkan status penanganannya dari penyelidikan ke penyidikan.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi, juga mengakui siapapun bisa menjadi tersangka dalam kecelakaan yang mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan 15 orang luka-luka itu.

Pasien Covid-19 di Indramayu yang Masih Dirawat Hari Ini Ada 9 Orang, Jumlah Terus Bertambah

"Makanya, kami tingkatkan statusnya ke tahap penyidikan tepat setelah gelar perkara," ujar M Syahduddi saat ditemui di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Selasa (11/8/2020).

Ia mengatakan, peningkatan status itu bertujuan untuk mencari tahu pihak yang paling bertanggung jawab dalam kejadian tersebut.

Berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pengemudi bisa ditetapkan tersangka sesuai Pasal 310.

Pasien Covid-19 di Indramayu yang Masih Dirawat Hari Ini Ada 9 Orang, Jumlah Terus Bertambah

Namun, jika ditemukan indikasi keterlibatan pengusaha angkutan maka mereka pun bisa ditetapkan tersangka berdasarkan Pasal 305 UU tersebut.

Syahduddi mengakui, segala kemungkinan mengenai penetapan tersangka pasti ada termasuk kepada pihak manajemen ataupun pemilik travel.

Terlebih, pihaknya juga menemukan dugaan pelanggaran trayek dalam Isuzu Elf berpelat nomor D 7013 AN yang terlibat kecelakaan itu.

Yakni, masih berpelat hitam meski terbukti mengangkut penumpang sehingga seharusnya elf tersebut menggunakan pelat nomor warna kuning.

Fakta Terbaru Kecelakaan Maut KM 184 Tol Cipali, Sempat Ada Pergantian Sopir Isuzu Elf

"Siapapun bisa (jadi tersangka), karena memang fakta yang kami temukan di lapangan seperti itu," kata M Syahduddi.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut yang terjadi pada Senin (10/8/2020) dinihari itu melibatkan Isuzu Elf berpelat nomor D 7013 AN dan Toyota Rush berpelat nomor B 2918 PKL.

Akibat peristiwa yang terjadi di wilayah Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, itu, , delapan orang meninggal dunia dan 15 orang lainnya mengalami luka-luka.

Delapan korban meninggal dunia langsung dievakuasi ke RSUD Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, sedangkan 14 korban luka ringan dan satu korban yang mengalami luka berat dievakuasi ke RS Mitra Plumbon.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved