Breaking News:

Pasien Corona di Indramayu Meninggal

Ini 3 Kecamatan di Indramayu yang Diwaspadai Sebagai Klaster Penyebaran Covid-19

Terlebih, maraknya kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu juga tidak sedikit yang disebabkan oleh transmisi lokal.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Pikobar.
Ilustrasi: Peta persebaran Covid-19 di Jawa Barat. 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 3 kecamatan di Kabupaten Indramayu ini diwaspadai sebagai klaster penyebaran Covid-19.
Yakni, Kecamatan Karangampel, Kecamatan Tukdana, dan Kecamatan Anjatan.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, diwaspadainya tiga kecamatan tersebut tidak terlepas karena maraknya jumlah kasus yang terkonfirmasi.
"Yang paling kita waspadai pertama di Kecamatan Karangampel karena di situ ada cluster kemudian Kecamatan Tukdana dan Kecamatan Anjatan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (7/8/2020).
Deden Bonni Koswara mengatakan, saat ini Kabupaten Indramayu belum sepenuhnya aman dari penyebaran Covid-19 atau masih diketegorikan sebagai zona kuning.
Terlebih, maraknya kasus Covid-19 di Kabupaten Indramayu juga tidak sedikit yang disebabkan oleh transmisi lokal.
Mereka terpapar dari pasien yang sebelumnya usai melakukan perjalanan ke luar daerah lalu menularkannya ke keluarga atau kerabatnya di Kabupaten Indramayu.
"Pada saat awal-awal memang banyak sekali penyebaran itu dari luar kemudian setelah dievaluasi penyebaran juga ada dari dalam daerah sendiri," ujar dia.

Prediksi Liga Champions, Barcelona vs Napoli, Ini Statistik Mengerikan Lionel Messi

Wilayah Zona Kuning Covid-19 Boleh Menggelar Belajar Tatap Muka, Ada 163 Daerah Zona Kuning

Bersiap dengan Lonjakan Jumlah Kasus Covid-19

Pemkab Indramayu bersiap bilamana jumlah pasien  terkonfirmasi Covid-19 kembali meledak.

Hal ini seiring dengan bakal dilakukannya tes swab massal sebagaimana instruksi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, akan ada 1 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Indramayu yang akan dites.

Atau secara hitungan, jika penduduk Kabupaten Indramayu ada sebanyak 1,8 juta jiwa, maka tes yang akan dilakukan ada sebanyak 18.500 orang.

"Untuk pengetesan tersebut kita juga dibantu dengan adanya mobil laboratorium PCR yang merupakan hibah dari BNPB," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (7/8/2020).

Ia juga menyambut baik rencana tersebut karena akan memudahkan pemerintah dalam memetakan penyebaran Covid-19.

Ada 3 kriteria khusus yang bakal disasar dan memiliki risiko tertinggi, yakni tenaga kesehatan, tokoh agama, dan masyarakat yang berpergian ke luar kota.

"Tenaga kesehatan, tokoh agama kemudian juga masyarakat yang habis melakukan perjalanan jauh itu yang akan kita laksanakan testing," ujarnya.

 Gilang Fetish Bungkus Kain Jarik Akhirnya Ditangkap Polisi di Kapuas, Begini Kronologisnya

 Aktor India Sameer Sharma Ditemukan Tewas Tergantung di Plafon Dapurnya, Diduga Bunuh Diri

Selain itu, pihaknya pun terus melakukan tracing dan melakukan tes swab terhadap orang-orang yang berkontak erat dengan seluruh pasien yang saat ini sudah terkonfirmasi.

Mereka juga dilakukan isolasi mandiri dan diharapkan tidak ikut tertular terlebih sampai menularkannya kepada orang lain.

"Ada tiga hal yang akan kita laksanakan untuk menekan penyebaran, yaitu tracing, testing, dan isolasi," ujarnya.

Hingga Jumat (7/8/2020) tercatat ada sebanyak 250 orang masuk kategori kontak erat, 73 orang probabel, dan suspek 1.661 orang.

Adapun jumlah total kasus Covid-19 sampai dengan sekarang sudah mencapai 57 orang.

Dengan rincian,  5 orang meninggal dunia, 46 orang sembuh, dan 6 orang masih menjalani perawatan.

 Tinggal di Bekas Kandang Ayam, Siswi SMKN 1 Magetan Ini Menangis, Ingin Tetap Sekolah dan Beli rumah

 Guru TK Dicabuli Kepala Sekolah, Dipanggil ke Ruangan Lalu Bajunya Ditarik hingga Robek

Miliki Riwayat Penyakit Lain

Pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Indramayu yang meninggal dunia ke-lima rupanya diakibatkan juga oleh penyakit bawaan.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara kepada Tribuncirebon.com, Jumat (7/8/2020).

Deden Bonni Koswara mengatakan, pasien tersebut adalah seorang wanita berinisial A (37) warga Kecamatan Anjatan.

"Dia meninggal memang karena pengorbit," ujar dia.

Dijelaskan Deden Bonni Koswara, berdasarkan hasil pemeriksaan pasien tersebut diketahui menderita Suspek Covid-19, KAD, DMT2 + Efusi pleura bilateral, dan suspek pneumonia kiri.

Ia meninggal di hari saat milai dirawat pada Selasa 4 Agustus 2020 pukul 14.03 WIB.

Dengan adanya kasus tersebut kini membuat jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Kabupaten Indramayu berjumlah sebanyak 5 orang dari total kasus secara keseluruhan sebanyak 57 kasus.

Sebenyak 46 pasien lainnya dinyatakan sembuh dan sebanyak 6 pasien lagi masih menjalani perawatan.

"Pemakaman telah dilaksanakan sesuai protokol Covid-19 dan keluarga pasien sudah menerima," ujarnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved