Breaking News:

Radio Radika Pemkab Majalengka Ditutup, Karena Pegawai DP3AKB Sempat Talk Show di Radio Tersebut

Diketahui, dilakukan tes swab itu hasil dari tracing yang mana pegawai dinas setempat sempat mendatangi radio tersebut untuk menggelar talk show.

Istimewa
Penampakan Radio Radika yang sementara ditutup usai adanya pasien Covid-19 yang bekerja di DP3AKB Majalengka 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Selain kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Majalengka ditutup, radio Radika yang bergerak di bawah naungan Pemerintah Daerah (Pemda) Majalengka juga tidak beroperasi.
Hal itu buntut dari adanya sejumlah pegawai radio tersebut yang juga mengikuti tes swab.
Diketahui, dilakukan tes swab itu hasil dari tracing yang mana pegawai dinas setempat sempat mendatangi radio tersebut untuk menggelar talk show.
Pantauan Tribuncirebon.com, aktivitas di stasiun radio itu nyaris tidak ada.
Bahkan, pintu depan radio yang berada di Jalan Raya KH Abdul Halim itu dalam keadaan tertutup.
"Iya (sempat talk show). Makanya Senin pagi Radika disemprot disinfektan dan crew-nya di swab," ujar Kadis Kominfo Majalengka, Gatot Sulaeman, Rabu (29/7/2020).
Ia menjelaskan, sebaran Covid-19 di Majalengka akhir-akhir ini cukup masif.
Pelaksanaan tes swab itu dilakukan terhadap semua penyiar yang saat itu mengawal acara talk show tersebut.
"Semua penyiar yang ikut acara (diswab). Ruangan sudah disemprot disinfektan dan sampai saat ini disterilkan," ucapnya.
Untuk penghentian sementara aktivitas, Gatot menambahkan, berlangsung sampai ada instruksi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Majalengka.
Para penyiar sendiri saat ini melakukan isolasi mandiri.
Sementara, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Majalengka, Alimudin menyatakan telah menyarankan aktivitas dua kantor tersebut dihentikan.
Hal itu, guna mencegah penyebaran virus corona di wilayah tersebut.
"Kami menyarankan penutupan kantor itu selama 1 minggu. Selain itu, kami terus melakukan tracking terhadap pasien yang kini telah dinyatakan positif Covid-19 asal DP3AKB Majalengka," jelas Jubir.
Sempat Ikut Rapat Bersama Bupati
Fakta baru terkait penyebaran Covid-19 di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Majalengka.
Dari informasi yang diperoleh, ternyata pegawai DP3AKB pernah menghadiri rapat koordinasi dengan Bupati Majalengka, Karna Sobahi serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Majalengka.
"Ya betul informasinya seperti itu. Yang bersangkutan ikut rapat koordinasi dengan Pak Bupati dan Forkopimda, tapi berada di barisan paling belakang," ujar Eman, Rabu (29/7/2020).
Namun, menurutnya saat ini Bupati bersama Forkopimda belum melaksanakan tes swab untuk pemeriksaan apakah virus tersebut menyerang para pejabat di lingkungan Majalengka tersebut.
"Pak Bupati dan Forkopimda belum melakukan swab, nanti kita nunggu hasil swab 63 orang ASN di kantor DP3AKB. Jika mereka dinyatakan positif, kami yang ikut rapat akan di swab semuanya," ucapnya.
Eman mengaku, dirinya kecewa karena selama empat bulan lamanya Gugus Tugas Covid-19 Majalengka sudah berjibaku untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Namun, memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) jumlah yang terkonfirmasi positif malah terus bertambah.
"Kan kita itu memberlakukan isolasi mandiri selama 14 hari bagi warga pendatang yang akan ke Majalengka. Nah, kondisi seperti ini juga berlaku ketika warga Majalengka yang akan bepergiaan keluar daerah," jelas dia.
Selama ini, Eman menambahkan, pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan di tengah AKB ini.
Dengan cara memakai masker di tempat umum, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun.
Namun dengan adanya kejadian ASN yang positif, dirinya merasa kecolongan atas peristiwa tersebut.
"Mungkin yang bersangkutan lupa, sehingga tidak melakukan isolasi mandiri. Karena penyebaran virus ini yang rawan dan membahayakan itu Orang Tanpa Gejala (OTG) dan kasus imported case," kata mantan Kadis PUTR tersebut.
Diketahui, pegawai DP3AKB Majalengka dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah pergi ke Kota Medan pada 2 Juli 2020 lalu.
Yang bersangkutan pergi bersama ibu dan 3 saudara kandungnya untuk menghadiri acara pernikahan.
Dari 5 orang tersebut, hanya 1 orang yang dinyatakan negatif Covid-19.
Mereka saat ini sedang dalam pemeriksaan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Majalengka.
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved