Breaking News:

Virus Corona Majalengka

Pegawai DP3AKB yang Dinyatakan Positif Covid-19 Pernah Hadiri Rapat Bupati Majalengka

Diketahui, pegawai DP3AKB Majalengka dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah pergi ke Kota Medan pada 2 Juli 2020 lalu.

Istimewa
Tim Gugus Tugas Covid-19 Majalengka saat menggelar suatu kegiatan di Pendopo beberapa waktu lalu 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Fakta baru terkait penyebaran Covid-19 di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Majalengka.
Dari informasi yang diperoleh, ternyata pegawai DP3AKB pernah menghadiri rapat koordinasi dengan Bupati Majalengka, Karna Sobahi serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Majalengka.
"Ya betul informasinya seperti itu. Yang bersangkutan ikut rapat koordinasi dengan Pak Bupati dan Forkopimda, tapi berada di barisan paling belakang," ujar Eman, Rabu (29/7/2020).
Namun, menurutnya saat ini Bupati bersama Forkopimda belum melaksanakan tes swab untuk pemeriksaan apakah virus tersebut menyerang para pejabat di lingkungan Majalengka tersebut.
"Pak Bupati dan Forkopimda belum melakukan swab, nanti kita nunggu hasil swab 63 orang ASN di kantor DP3AKB. Jika mereka dinyatakan positif, kami yang ikut rapat akan di swab semuanya," ucapnya.
Eman mengaku, dirinya kecewa karena selama empat bulan lamanya Gugus Tugas Covid-19 Majalengka sudah berjibaku untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Namun, memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) jumlah yang terkonfirmasi positif malah terus bertambah.
"Kan kita itu memberlakukan isolasi mandiri selama 14 hari bagi warga pendatang yang akan ke Majalengka. Nah, kondisi seperti ini juga berlaku ketika warga Majalengka yang akan bepergiaan keluar daerah," jelas dia.
Selama ini, Eman menambahkan, pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar terus menerapkan protokol kesehatan di tengah AKB ini.
Dengan cara memakai masker di tempat umum, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun.
Namun dengan adanya kejadian ASN yang positif, dirinya merasa kecolongan atas peristiwa tersebut.
"Mungkin yang bersangkutan lupa, sehingga tidak melakukan isolasi mandiri. Karena penyebaran virus ini yang rawan dan membahayakan itu Orang Tanpa Gejala (OTG) dan kasus imported case," kata mantan Kadis PUTR tersebut.
Diketahui, pegawai DP3AKB Majalengka dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah pergi ke Kota Medan pada 2 Juli 2020 lalu.
Yang bersangkutan pergi bersama ibu dan 3 saudara kandungnya untuk menghadiri acara pernikahan.
Dari 5 orang tersebut, hanya 1 orang yang dinyatakan negatif Covid-19.
Mereka saat ini sedang dalam pemeriksaan oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Majalengka.
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved