Breaking News:

Kasus Corona Kab Cirebon Bertambah

Tiga Desa di Kecamatan Plered Cirebon Bakal Berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro

Menurut dia, penutupan itu berkaitan adanya 16 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Kecamatan Plered.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Ahmad Imam Baehaqi/Tribuncirebon.com
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni (kanan). 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Tiga desa di Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, bakal diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, tiga desa itu ialah Desa Trumsi Kulon, Desa Trusmi Wetan, dan Desa Wotgali.
Menurut dia, penutupan itu berkaitan adanya 16 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster Kecamatan Plered.
"Mereka (pasien) berasal dari tiga desa tersebut sehingga direncanakan pemberlakuan PSBM," kata Enny Suhaeni saat konferensi pers di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati, Jalan Terusan Pemuda, Kota Cirebon, Senin (27/7/2020).
Ia mengatakan, penerapan PSBM itu akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu roda perekonomian di tiga desa tersebut.
Enny mengakui ada beberapa pertimbangan yang membuat rencana pemberlakuan PSBM itu bergulir.
Di antaranya, kawasan pemukiman di tiga desa tersebut cukup padat dan jarak antar rumahnya berdekatan.
"PSBM untuk mencegah penyebaran virus corona lebih masif di tiga desa itu," ujar Enny Suhaeni.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan SKPD lainnya untuk membahas pemberlakuan PSBM tersebut.
Terutama untuk penyaluran bantuan kepada warga yang terdampak di tiga desa tersebut.
Selain itu, pos penyekatan juga akan disiapkan di seluruh desa tersebut selama pemberlakuan PSBM.
"Aktivitas keluar masuk tiga desa itu akan dibatasi, dan warga yang beraktivitas wajib mengenakan masker," kata Enny Suhaeni.
Kronologis Terpaparnya 16 Orang di Plered
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, 16 orang itu terpapar virus corona dari kasus sebelumnya, yakni pasien ke-43.
Menurut dia, pasien 43 itu baru pulang dari Semarang beberapa waktu lalu.
"Yang bersangkutan (pasien ke-43) kondisinya sakit saat pulang ke Cirebon," ujar Enny Suhaeni saat konferensi pers di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati, Jalan Terusan Pemuda, Kota Cirebon, Senin (27/7/2020).
Ia mengatakan, pasien itu sendirian di Semarang sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membawanya kembali ke Cirebon.
Sebelum dibawa ke Cirebon, pasien ke-43 menjalani rapid test dan hasilnya nonreaktif.
Namun, baru beberapa hari di Cirebon kondisinya memburuk sehingga dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat itu, pasien tersebut kembali menjalani rapid test dan hasilnya juga nonreaktif.
"Setelah beberapa hari dirawat kondisinya membaik, dan diizinkan pulang, tapi dua hari kemudian kondisinya drop lagi," kata Enny Suhaeni.
Enny menyampaikan, kala itu pasien ke-43 itu menjalani rapid test lagi dan hasilnya reaktif sehingga langsung ditindaklanjuti untuk diswab test.
Hasil swab test tersebut keluar pada pekan lalu dan dinyatakan positif Covid-19.
Dari hasil tracing, ditemukan 22 orang yang kontak erat dengan pasien 43 tersebut dan mereka langsung menjalani swab test.
"Dari 22 orang itu, hasil swab test yang dinyatakan positif Covid-19 ada 16 orang," ujar Enny Suhaeni.
Pihaknya juga menjelaskan, 16 orang itu terdiri dari keluarga pasien dan tetangganya.
Pasalnya, saat pasien 43 itu baru tiba di rumah sejumlah kerabat dan tetangganya sempat menjenguknya.
Bahkan, lima aparat desa setempat juga dinyatakan positif Covid-19 karena sempat melakukan kontak dengan pasien ke-43.
"Sembilan anggota keluarga pasien, pembantu, dan tukang becak yang sering mangkal di dekat rumahnya juga dinyatakan positif Covid-19," kata Enny Suhaeni.
Diketahui, keluarga pasien 43 yang terkonfirmasi positif Covid-19 terdiri dari ayah, ibu, saudara, dan keponakan.
Klaster Plered Terpapar Kasus ke 42
Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon bertambah 20 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, dari jumlah tersebut 16 orang di antaranya berasal dari klaster Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.
Menurut dia, klaster tersebut merupakan yang terbanyak dalam kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon.
"Klaster Plered ini paling banyak meski baru muncul," ujar Enny Suhaeni saat konferensi pers di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati, Jalan Terusan Pemuda, Kota Cirebon, Senin (27/7/2020).
Ia mengatakan, 16 orang tersebut diduga terpapar dari kasus sebelumnya yang juga berasal dari wilayah Kecamatan Plered.
Yakni, pasien ke-42 yang dinyatakan positif terpapar virus corona pada pekan lalu.
Enny juga mengakui 16 orang yang baru dinyatakan positif itu merupakan kontak erat dari pasien ke-42.
"Dari 22 orang yang diswab test, ada 16 orang yang hasilnya positif Covid-19," kata Enny Suhaeni.
Diketahui, 16 orang tersebut berasal dari Desa Trusmi Kulon, Desa Trusmi Wetan, dan Desa Wotgali, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.
Sementara empat pasien yang baru dinyatakan positif itu dua di antaranya berasal dari klaster Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon.
Selain itu, dua pasien lainnya masing-masing berasal dari klaster Kecamatan Astanajapura dan Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.
"Dari hasil tracing contact mereka tidak terkait dengan klaster Plered," ujar Enny Suhaeni.

Sebanyak 16 Orang dari Plered

Jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon bertambah 20 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan, puluhan pasien itu berasal dari beberapa klaster wilayah di Kabupaten Cirebon.

Menurut dia, sedikitnya ada tiga klaster penyebaran, yakni Kecamatan Plered, Kecamatan Losari, dan Kecamatan Astanajapura.

"Tapi, paling banyak dari klaster Kecamatan Plered, totalnya 16 orang" kata Enny Suhaeni saat konferensi pers di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati, Jalan Terusan Pemuda, Kota Cirebon, Senin (27/7/2020).

Ia mengatakan, 20 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 itu menjadi kasus ke-43 hingga ke-62 di Kabupaten Cirebon.

 BREAKING NEWS Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon Bertambah 20 Orang

Dari jumlah tersebut, 13 pasien di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan tujuh pasien lainnya merupakan perempuan.

Sementara usia 20 pasien tersebut berkisar dari mulai 12 tahun hingga 68 tahun.

Karenanya, penambahan 20 pasien itu membuat kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon mencapai 62 orang.

Dari jumlah tersebut, masih ada 34 pasien yang masih menjalani perawatan intensif.

Selain itu, terdapat empat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon yang meninggal dunia.

"Pasien lainnya dinyatakan sembuh, ada 24 orang," ujar Enny Suhaeni.

 Daftar Harga HP Realme Juli 2020, Lengkap Spesifikasi Realme C15 yang Bakal Dirilis Besok

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved