Breaking News:

Virus Corona Indramayu

Siap-siap Biduan Pantura Bisa Manggung Kembali di Hajatan di Indramayu, Begini Persyaratannya

Mereka tetap harus meminta izin terlebih dahulu dan menjamin setiap pagelaran tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, Senin (27/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Suara biduan dan pegiat seni lainnya di Kabupaten Indramayu bakal kembali menggema di panggung setelah sekitar 4 bulan lamanya dibungkam Pandemi Covid-19.

Guna menghindari meningkatnya jumlah kemiskinan, pemerintah pun akhirnya resmi memperbolehkan kembali hajatan digelar masyarakat, namun hanya pada siang hari saja.

Izin tersebut tercantum dalam Peraturan Bupati Indramayu Nomor 36 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) per tanggal 26 Juli 2020 kemarin.

Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat mengatakan, dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19, diizinkannya kembali para seniman pantura tersebut bukan tanpa syarat.

Mereka tetap harus meminta izin terlebih dahulu dan menjamin setiap pagelaran tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Di dalam Bab III Pasal 26 Perbup tersebut disebutkan, selama Pandemi Covid-19 pelaksanaan AKB kegiatan khitanan, pernikahan dan syukuran yang dilaksanakan di rumah harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari gugus tugas tingkat kecamatan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (27/7/2020).

Taufik Hidayat yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu menjelaskan, para seniman bisa membuat surat permohonan kepada camat setempat.

BREAKING NEWS Kakak Sepupu Cabuli Bocah Kelas 3 SD hingga 10 Kali Saat Dititipkan di Rumahnya

Download Lagu Terlanjur Mencinta Tiga Versi Lyodra, Tiara Andini, dan Ziva Magnolya, Sedang Viral

Surat permohonan tersebut harus berdasarkan rekomendasi dari kuwu atau kepala desa.

Dalam mengurus izin pun harus melampirkan pernyataan kesanggupan melaksanakan AKB yang diketahui oleh RT dan RW.

"Untuk sementara hiburan pada hajatan hanya boleh dilaksanakan mulai pukul 9 pagi sampai 5 sore," ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, banyak seniman yang mendesak pemerintah mengizinkan hajatan kembali digelar.

Faktor ekonomi yang membuat mereka tidak memiliki pemasukan sama sekali menjadi dasar desakan tersebut terus dilakukan.

Sudah berulang kali mereka mendatangi Pendopo Indramayu untuk beraudiensi dengan Plt Bupati meminta kejelasan izin.

Penerapan AKB di Kabupaten Indramayu, dinilai para seniman menjadi titik terang agar izin manggung bisa segera dikeluarkan pemerintah.

Harga dan Spesifikasi Oppo Reno 4 serta Reno 4 Pro yang Bakal Dirilis Bulan Agustus Mendatang

Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Menjelang Idul Adha 2020 Tinggal Tiga Hari Lagi

Akibat pandemi ini, tidak sedikit para seniman yang mesti beralih profesi hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, seperti menjadi tukang cukur rambut keliling, dan lain sebagainya.

"Yang penting saya bisa beli lauk pauk," ujar Wata (50) seorang seniman asal Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg yang beralih profesi menjadi cukur rambut keliling.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved