Jumat, 17 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Video

VIDEO - Rekonstruksi Pembunuhan Bocah 5 Tahun di Cicalengka, Warga Teriaki Pelaku

Saat pelaku digiring oleh polisi, warga yang datang langsung meneriaki pelaku.Sedangkan ibu korban, Siti terlihat sangat sedih

Editor: Machmud Mubarok

Laporan Wartawang Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pihak Polres Bandung menggelar rekonstruksi pembunuhan Aulia, bocah lima tahun yang jasadnya ditemukan di dalam toren di Desa Panenjoan, Cicalengka, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (21/7/2020).

//

Rekonstruksi menghadirkan pelaku yang merupakan ayah tirinya, Hamid (25), dan ibu korban, Siti Aisah (29).

Saat pelaku digiring oleh polisi, warga yang datang langsung meneriaki pelaku.

Sedangkan ibu korban, Siti terlihat sangat sedih kehilangan anak kesayangannya.

Masyarakat berbondong-bondong  untuk menyaksikan rekonstruksi pembunuhan tersebut.  Mereka penasaran, mereka berderet di sisi Jalan Raya Cicalengka-Majalaya, melihat ke arah suatu rumah lantai 3, yang dijadikan tempat pemunuhan oleh pelaku, Hamid (25).
Meskipun saat reka ulang di penampungan air tersebut tak terlihat, karena dihalangi kain oleh polisi, masyarakat tetap berdiam diri di sisi jalan, walau terik matahari cukup menyengat, mereka kecewa karena saat reka adegan dihalangi kain.
Warga yang datang untuk menyaksikan rekontruksi pembunuhan tersebut, jumlahnya mungkin sampai ratusan. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.
Saat rekonstruksi di toren tempat pembunuhan tersebut, polisi langsung menutupinya dengan kain, warga berteriak bersama-sama  meminta polisi untuk membuka kain penutupnya. 
"Buka, buka, buka, buka," kata-kata tersebut kerap diteriakkan oleh warga, yang datang ke lokasi.  Teriakan- teriakan warga karena jengkel dan kesal  kepada pelaku, pun kerap terdegar.
Banyaknya warga yang ingin menyaksikan rekontruksi, membuat lalulintas di area tersebut sedikit tersendat, hingga polisi pun disibukkan mengatur lalu lintas supaya tak tersendat.
Warga sekitar yang menyaksikan, Ida (44) mengaku, penasaran hingga rela panas-panasan untuk melihat rekonstruksi.
"Pengen tahu, kesel masa anak sekecil itu digituin, tega  banget masa dibunuh," kata Ida, yang juga merupakan tetangga korban.
Pada saat rekonstruksi, ibu korban terus saja meneteskan air mata. Keluarga yang menemaninya mencoba menenangkannya.
 

Kasatreskrim Polresta Bandung, AKP Agta Bhuwana Putra, mengatakan, rekonstruksi masih berlangsung diperkirakan sampai 30 adegan.

"Jadi kami hari ini melaksanakan rekonstruksi untuk menegaskan kembali terkait keterangan-keterangan yang disampaikan oleh para saksi, dan juga tersangka," kata Agta, di lokasi, Selasa (21/7/2020).

Agta mengatakan, disinkronkannya keterangan dengan adegan-adegan di rekonstruksi supaya penanganan penyidikan ini dapat dilaksanakan secara scientific investigation.

Saat disinggung apakah ada fakta baru, menurut Agta, masih sesuai dengan rilis yang kemarin.

 Asia Plaza Sumedang Ditutup karena Satu Karyawan Positif Corona? Ini Kata Gugus Tugas

 Hasil Survei Terbaru: Ganjar dan Anies Berada di Posisi Pertama dan Kedua, di Mana Ridwan Kamil?

"Jadi memang, hari ini kami menegaskan apa saja keterangan dari saksi dan tersangka. Adegan tak ada yang berubah, masih sama dengan keterangan," kata Agta.

Mengenai ada kemungkinan tersangka melakukan pembunuhan berencana, Agta mengatakan belum sampai ke sana.

"Itu sifatnya masih spontan, tindakan tersebut dilakukan karena memang pelaku menerima kata-kata kasar dari korban," ujarnya.

Selain itu, kata Agta, pelaku pada saat melakukan aksinya dalam kondisi mabuk dan juga mengonsumsi obat keras.

 Wali Kota Ajay Tak Persoalkan Kota Cimahi Menjadi Zona Oranye, Berharap Ini kepada Masyarakat

"Dari adegan yang tadi dilaksanakan, sempat dari kamar (lantai 2), menuju lantai 3 ada beberapa paksaan (dari pelaku) mendorong korban untuk berjalan. Begitu sampai lantai 3 atau TKP, tersangka langsung melakukan pembunuhan tersebut dengan langsung mengangkat korban menuju ke toren air," tuturnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved