Breaking News:

Jari Pria di Cianjur Dipatuk Ular Kobra, Alami Pusing Lalu Meninggal Dunia Setelah Bertahan 4 Jam

Warga Kampung Nagrak RT 01/11, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, ini diduga tewas setelah dipatuk ular kobra.

Pixabay.com
Ilustrasi ular kobra 

TRIBUNCIREBON.COM, CIANJUR - Yayan Sopyan (56) sempat bertahan selama empat jam dan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Warga Kampung Nagrak RT 01/11, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, ini diduga tewas setelah dipatuk ular kobra.

Kini, warga kampung tersebut ketakutan, karena ular berbisa diduga masih berkeliaran di perkampungan.

Waspada, Sejumlah Wilayah Ini Berpotensi Diterjang Banjir di Bulan Juli 2020, Ini Penjelasan BMKG

Adik korban, Nano (50), mengatakan kejadian nahas yang menimpa kakaknya tersebut terjadi pada Minggu (19/7/2020) lalu.

“Setelah kejadian meninggal kaka saya (Yayan Sopyan) akibat digigit ular berbisa, kini warga ketakutan,” ujar Nano (50).

Ketakutan warga cukup beralasan, lantaran hingga kini ular berbisa tersebut hingga kini masih berkeliaran.

“Warga berharap ular tersebut secepatnya ditangkap, karena sudah memakan korban jiwa,” katanya.

VIDEO - Unjuk Rasa Sambil Bakar Ban, Warga Neglasari Minta Kades Kembalikan Potongan BLT

Nano mengatakan, kakanya tersebut dipatuk ular kobra saat mengambil singkong di sekitar rumahnya pada Minggu (20/7/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Menurut Nano, Yayan pamit untuk mengambil singkong di dekat rumah yang berada di pesawahan.

Namun nahas, pada tumpukan sampah tersebut terdapat ular yang diduga ular kobra dan mematuk jari tengah pada tangan kiri.

"Kejadiannya siang pas mau mengambil singkong yang dekat sawah, di sekitarnya itu ada sampah berserakan. Almarhum pun membersihkan dulu sebelum mencabut singkong tapi ternyata ada ularnya," ujar Nano.

Zodiak Kesehatan Selasa 21 Juli 2020: Capricorn Harus Cukup Tidur, Taurus Jaga Kesehatan Tenggorokan

Nano mengatakan, kakanya menganggap patukan ular tersebut tidak membahayakan tubuhnya. Ia pun melilit jari tengahnya dengan karet.

Nano pun bermaksut pergi ke sawah mencari ular yang mengigit tangannya.

"Pas mau ke sawah, ia mulai merasakan pusing, ia lalu bersandar di tiang rumah. Kami sudah bujuk juga untuk ke rumah sakit tapi menolak, akhirnya kami bawa setelah bilang pusing," katanya.

Nano mengatakan, kakanya sempat mendapatkan perawatan di RSUD Sayang, Cianjur, namun pada pukul 17.30 WIB, kakanya meninggal dunia.(fam)

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved