Sabtu, 16 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Kuliner Khas Indramayu

Mengintip Cara Pembuatan Emping Tike Khas Indramayu yang Kini Mulai Langka

Cawi menjelaskan, emping ini terbuat dari biji rumput teki sebagian lagi menyebutnya dengan nama umbi teki.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Masyarakat di Desa Jumbleng Blok Jangga Tua, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu saat memproduksi emping tike, Minggu (19/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Keripik tike atau emping tike merupakan kudapan khas Kabupaten Indramayu yang mulai langka ditemui keberadaannya.

Di Kabupaten Indramayu sendiri diketahui hanya di Jumbleng, Blok Jangga Tua, Kecamatan Losarang saja masyarakat yang masih eksis sampai sekarang memproduksi makanan renyah dan gurih tersebut.

Salah seorang pengrajin, Cawi (34) mengatakan, makanan khas yang satu ini masih sangat alami dan tidak menggunakan bahan pengawet apapun dalam proses pembuatannya.

Mengenal Emping Tike, Kudapan Langka Khas Indramayu yang Renyah dan Gurih

Peringatan Dini BMKG Senin 20 Juli 2020: Jabodetabek Berpotensi Hujan Disertai Angin Kencang & Petir

"Emping ini juga dibuat secara tradisional, rasa dan cara pembuatannya dari dulu sampai sekarang sama," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (19/7/2020).

Cawi menjelaskan, emping ini terbuat dari biji rumput teki sebagian lagi menyebutnya dengan nama umbi teki.

Rumput tersebut biasanya hidup liar di lahan persawahan atau danau dan hanya ada pada musim tertentu saja.

Adapun cara pembuatannya terbilang sangat sederhana sekali, awal mulanya biji rumput teki ini dibersihkan terlebih dahulu lalu direndam dengan air bersih selama semalam lamanya.

Setelah itu baru mulai proses pembuatan. Biji-biji yang sudah bersih itu lalu disangrai hingga berwarna kehitaman dan tekstur biji mulai lunak.

Setelah itu biji digeprek menggunakan palu.

Untuk satu empingnya hanya memerlukan 3-4 biji teki saja, tergantung ukuran biji.

Setelah semua bahan digeprek, emping tike ini masih harus melalui proses penjemuran hingga kering sempurna.

"Bisa sampai 3 hari dijemur, tapi kalau sedang panas mah cepat, sehari juga bisa kering," ujarnya.

Emping tike yang sudah mengering itu lalu digoreng dan siap disantap.

Rasanya yang gurih dan renyah membuat kudapan khas Kabupaten Indramayu yang satu ini sangat digemari.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved