Breaking News:

Betaro Indramayu

Sebanyak 225 Tukang Becak di Indramayu Komitmen Berhenti Merokok Agar Bisa Beli Beras

Mereka juga tidak jarang merokok saat mengayuh becak sehingga membuat banyak penumpang merasa tidak nyaman.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Para tukang becak yang tergabung dalam Becak Tanpa Rokok (Betaro) saat menunggu penumpang di depan Toserba Yogya Indramayu, Jumat (17/7/2020). 

"Kalau berhenti mendadak mungkin akan sulit buat mereka jadi sebisa mungkin mereka harus mengurangi setiap harinya," ucapnya.

Dalam hal ini, para tukang becak diedukasi tentang bahayanya asap rokok bagi kesehatan sebagaimana yang sudah diatur oleh pemerintah dalam Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang kawasan tanpa rokok.

Ia berharap dengan berhentinya para tukang becak merokok bisa menjadi cara agar mereka dapat memenuhi kebutuhan keluarga di tengah persaingan transportasi sekarang ini.

"Harapan saya penghasilan mereka jangan buat rokok, tapi bisa dialihkan ke kebutuhan lain yang lebih bermanfaat seperti membeli beras atau kebutuhan lain untuk kelurganya," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang tukang becak, Tarwan (46) mengaku merupakan perokok berat.

TONTON VIDEO DI SINI

Namun, ia berkomitmen berhenti demi bisa memenuhi kebutuhan keluarga.

"Bagi saya karena penghasilan tukang becak tidak seberapa, untuk membeli rokok itu terlalu mahal. Sebelumnya saya perokok, sangat merokok lah terus ada Betaro jadi bisa berhenti," ujar dia.

Imej Baru Tukang Becak

Di Kabupaten Indramayu terdapat sebuah komunitas beranggotakan tukang becak.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved