Breaking News:

Idul Adha 1441 H

Ini Protokol Kesehatan untuk Penyembelihan Hewan Kurban dan Distribusinya di Jabar Saat Idul Adha

panitia kurban menggunakan besek dalam pendistribusian daging. Selain ramah lingkungan, besek dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Fauzi Noviandi
Hewan kurban di Kota Sukabumi mulai marak dijual. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban pada hari raya Iduladha tahun ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena dalam pandemi COVID-19.

Protokol kesehatan mesti diterapkan dalam setiap proses pelaksanaan hari raya Iduladha untuk mencegah penularan COVID-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan kepada panitia kurban di Jabar untuk menghindari kontak fisik dan kerumunan saat proses penyembelihan hewan kurban berlangsung. Pun demikian dengan pendistribusian daging kurban kepada mustahik.

"Tidak boleh ada pembagian daging kurban secara fisik di tempat pemotongan. Saya sudah perintahkan pembagian daging kurban harus secara door to door," ujar Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, seusai melepas tim pemeriksa kesehatan hewan kurban Jabar secara virtual di Gedung Pakuan, Kamis (16/7).

"Panitia wajib membuat sistem untuk membagikan ke rumah-rumah, misalnya warga diberi kupon dan dalam kupon itu dikasih kalimat 'tunggu di rumah'. Nanti diantar oleh relawan kewilayahan seperti PKK dan Karang Taruna. Memang ini tidak mudah, tapi saya ingin masyarakat Jabar selamat (dari COVID-19)," katanya.

Daftar Harga HP Oppo Bulan Juli 2020: Oppo A31 Rp 2,8 Juta, Oppo A91 Rp 3,7 Juta

Bocoran Harga Vivo X50 dan Vivo X50 Pro, Dirilis Kamis 16 Juli 2020, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Kasus Covid-19 Meningkat, Empat Pintu Tol ke Bandung Ditutup

Kang Emil meminta panitia kurban menggunakan besek dalam pendistribusian daging. Selain ramah lingkungan, besek dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.

"Saya larang pakai kantong plastik, tapi dari besek atau anyaman bambu, selain ramah lingkungan penggunaan besek jug akan menghidupkan ekonomi kecil," katanya.

Penerapan protokol kesehatan pun perlu dilakukan dalam proses jual-beli hewan kurban. Kang Emil merekomendasikan jual-beli hewan kurban secara daring. Hal tersebut dapat mencegah kerumunan dan menekan potensi penularan COVID-19.

"Jual beli juga harus touchless atau tanpa sentuhan. Jadi, kalau bisa, belinya sekarang online saja. Syariatnya tercapai, kita juga tidak menyentuh pihak lain. Tradisi ini harus dibangun terlebih dalam situasi COVID-19," ucapnya.

"Ada waktu 14 hari lagi bikin kampanye beli online di tiap kabupaten/kota, tolong hubungi penjualnya agar bisa secara online minimal via WhatsApp," katanya.

Kang Emil meminta penjualan hewan kurban dilakukan di tempat terbuka dan luas. Selain itu, guna menghindari kerumunan, penyembelihan hewan kurban dilakukan secara bertahap. Sebab, pelaksanaan penyembelihan dapat dilakukan selama empat hari pada tanggal 10, 11, 12, dan 13 Zulhijjah.

"Tempat penjualan hewan tidak boleh sembarangan di mana saja harus dikurangi di tempat yang sempit dan lembab. Tempat penjualan harus dipusatkan di tempat terbuka yang luas, jadi yang berjualan di pinggir jalan tolong ditegur," katanya.

"Tolong maksimalkan pemotongan hewan di RPH (Rumah Pemotongan Hewan) untuk meminimalisir antrean. Memotong hewan kurban tidak harus di hari H bisa di hari H+1 sampai H+3," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved