Sempat Disebut Samar Reaktif, Keluarga Ketua DPRD Kuningan Jalani Rapid Test Ulang, Begini Hasilnya
Hasil tes yang berbeda dengan hasil rapid test massal empat hari yang lalu, tidak membuat Zul mempermasalahkan keakuratan alat tes yang dipakai Dinas
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, bersama keluarga menjalani rapid test ulang di kediamannya, Senin (13/7/2020). Tes ulang itu dilakukan setelah anaknya, Sandi Ristika Radiansyah, sempat dinyatakan samar reaktif hasil rapid test di gedung dewan, pekan lalu.
Saat gelar jumpa pers di rumahnya, Ketua Dewan didampingi istri, Indah Nuzul Rachdy mengakui bahwa anaknya saat mengikuti test rapid empat hari lalu di gedung dewan itu dalam kondisi tidak sedang fit kesehatannya.
"Pada waktu ikut, anak saya sedang diare dan tidurnya kurang, sehingga imunitas tubuhnya mungkin lagi turun. Namun hari ini kami sekeluarga usai melakukan test rapid ulang dengan metode test rapid plasma dan Alhamdulillah semua hasilnya negatif," ujar politisi PDIP yang akrab disapa Zul.
• Hana Hanifah Disebut Terlibat Prostitusi Online, Foto Terakhir Hana Jadi Sasaran Komentar Netizen
• Daftar Harga Sepeda Lipat 2020, Mulai dari Rp 1 Jutaan: Ada Polygon, Noris, Element, Hingga United
• Daftar Harga HP Vivo Bulan Juli 2020, Lengkap dengan Bocoran Harga Vivo X50 dan Vivo X50 Pro
Tidak hanya keluarga yang tes tapid ulang, kata Zul, sahabat anaknya juga mendapat pengetesan sama. "Dan hasilnya, sama semua negatif," kata Zul.
Sebelumnya hasil rapid test massal di gedung dewan yang menunjukkan samar reaktif, membuat Zul kaget. "Karena, anak semata wayangnya itu selama tiga bulan ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota," katanya.
Sehingga Senin (13/07202) pagi, kata Zul, Tim Kesehatan Puskesmas Jalaksana melakukan rapid ulang dengan metode tes yang menurutnya lebih akurat.
"Karena sampel darah yang diambil lebih banyak dari rapid yang massal kemarin. Sampel darahnya juga ada beberapa CC, dan langsung diperiksa di laboratorium agak lama," katanya.
Hasil tes yang berbeda dengan hasil rapid test massal empat hari yang lalu, tidak membuat Zul mempermasalahkan keakuratan alat tes yang dipakai Dinas Kesehatan Kuningan.
"Kami mengapresiasi Puskesmas Jalaksana yang telah memfasilitasi keluarga untuk dites rapid ulang," katanya.
Terpisah, anak Zul, Sandi mengaku sempat syok saat mendapat hasil reaktif samar dalam test rapid massal beberapa waktu lalu.
"Ini jelas menimbulkan pandangan masyarakat sekitar rumahnya sempat mengira bahwa keluarganya positif Covid-19.Dengan klarifikasi ini, mudah-mudahan tidak ada lagi kekhawatiran warga sekitar, " katanya.
Diketahui sebelumnya bahwa sesuai keterangan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kuningan, hasil dari rapid test massal yang dilaksanakan di gedung DPRD Kuningan pada Kamis (09/07) lalu, ada dua orang yang hasilnya reaktif samar.
"Iya Ibu Devi juga hasil rapid tes ulang negatif. Pada waktu itu, tes rapid bareng dengan anak saya di dewan," kata Zul.
Update Kasus di Kuningan
Sejumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19, yang sebelumnya mendapat perawatan medis di eks Rumah Sakit Citra Ibu Kuningan kini diperbolehkan pulang.
"Untuk kesemua pasien terkonfirmasi itu benar sudah dipulangkan ke rumahnya masing-masing," ungkap Dirut RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Kuningan, dr Deki Syaefullah saat di konfirmasi wartawan melalui ponselnya, Selasa (7/7/2020).
Deki mengatakan, tim medis dari pada menajamen RS eks Citra Ibu selama tiga hari dari pengumanan, adanya warga positif hasil swab tes.
• Kasus Positif Covid-19 Nihil, Garut Bakal Masuk Zona Hijau?
"Melakukan perawatan medis seperti pada umumnya. Layanan kesehatan diberikan sesuai standar opersional begitu," katanya.
Kemudian alasan dibolehpulangkan, pasien terkonfrimasi itu diketahui dalam beberapa hari telah mendapat perawatan medis, kondisinya mengalami perubahan.
Setiap harinya itu kondisi tubuhnya itu mengalami peningkatan normal serta imunitas tubuh mereka stabil.
"Namun, pulangnya mereka ke rumah masing -masing, kita sembari menunggu dari pada hasil swab kedua yang belum keluar," ujarnya.
Namun jika, kata dia, diketahui hasil swab tes negatif yang dilakukan terhadap sejumlah pasien terkonfirmasi yang sebelumnya mendapat perawatan RS eks Citra Ibu, pasien tersebut bisa beraktivitas lagi.
"Ini akan memberikan keluluasaan terhadap pasien terkonfrimasi tersebut. Ya, intinya mereka bisa melakukan aktivitas seperti pada hari - hari biasnya," kata dia.
• PSM Makassar Dulu Selalu Minta Marc Klok Hancurkan Riko Simanjuntak, Winger Persija Jakarta
Selain itu, kata dia, waktu diperbolehkan pulang saat ini, pasien tersebut harus jalani karantina mandiri.
"Tidak menutup kemungkinan untuk mereka melakukan karantina mandiri dan mendapat kawalan dari tim medis," katanya.
Pendapatan pelayanan tersebut, kata dia, ini hasil daripada kordinasi pihak RSUD dan Dinas Kesehatan sebagai leading sektor dalam tim medis yang berada di lingkungan hingga setiap daerah.
"Iya, pelayanan medis terhadap pasien terkonfirmasi itu dilakukan atas kerjasama petugas medis di lingkungan masyarakat, dengan Anggota TNI - Polri yang ada tiap daerah," katanya.
Diketahui sebelumnya, sebanyak 6 dari 9 orang yang diketahui positif covid-19 hasil daripada tes swab.
• Daftar Harga HP Samsung Juli 2020: Samsung Galaxy M30s Rp 3,1 Juta, Samsung Galaxy A50s Rp 4,4 Juta
“Berhasil mengikuti kegiatan perawatan dan pemulihan medis di Rumah Sakit Eks Citra Ibu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kuningan, Susi Lusyianti.
Susi mengatakan, ke-enam orang yang diketahui masuk untuk perawatan medis.
“Itu dari kesadaran mereka, yang bertekad ingin sembuh dan bebas dari bahaya Covid-19,” ungkapnya.
Namun, kata Susi, untuk sisanya atau sebanyak tiga orang lainnya, “Ini masih dilakukan pendampingan dan membujuknya, untuk bisa mendpat perawatan medis di RS eks Citra Ibu,” kata Susi. (*)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/rapid-test-ulang.jpg)