Breaking News:

Idul Adha

INI Aturan Penyembelihan Hewan Kurban saat Pandemi Corona, Panitia Wajib Kenakan Sarung Tangan

Menteri Agama Fachrul Razi telah menerbitkan aturan physical distancing dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Sapi-sapi di salah satu lapak penjualan hewan kurban di Jalan Cimanuk Barat, Dayung Indramayu, Jumat (2/8/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM- Menteri Agama Fachrul Razi telah menerbitkan aturan physical distancing dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441H/2020M.

Menurut Fachrul, hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

"Untuk pemotongan hewan kurban di masa pandemi, masyarakat harus memperhatikan persyaratan yang telah ditetapkan. Salah satunya, menerapkan jaga jarak fisik (physical distancing)," ujar Fachrul melalui keterangan tertulis, Rabu (1/7).

Fachrul telah menerbitkan panduan penyelenggaraan salat Idul Adha dan
penyembelihan hewan kurban tahun 1441H/2020M menuju masyarakat produktif dan aman covid-19.

Panduan tersebut terbit dalam bentuk surat edaran nomor 18 Tahun 2020.

Dalam panduan tersebut, Fachrul juga meminta penyelenggara pemotongan hewan kurban harus menghindari terciptanya kerumuman.

"Selain menjaga jarak, dalam penyelenggaraan kurban, panitia juga harus mencegah potensi terjadinya kerumunan. Oleh karenanya, di lokasi pemotongan, hendaknya cukup dihadiri panitia dan pihak yang berkurban saja. Sehingga kepadatan pun bisa
dikendalikan," kata Fachrul.

Berikut persyaratan pemotongan hewan kurban di masa pandemi Covid-19 yang tercantum dalam Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020:

a. Penerapan jaga jarak fisik (Physical distancing), meliputi:

1) Pemotongan hewan kurban dilakukan di area yang memungkinkan penerapan jarak fisik;
2) Penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh
panitia dan pihak yang berkurban;
3) Pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan,
pencacahan, dan pengemasan daging;
4) Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik.

b. Penerapan kebersihan personal panitia, meliputi:

1) Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu oleh petugas;

2) Panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan;

3) Setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan;

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved