Breaking News:

New Normal Berlaku, Warga Majalengka Diperbolehkan Gelar Hajatan, Ini Mekanisme yang Harus Ditempuh

Jangan, memilih para pelaku seni dari luar daerah, karena akan ada prosedur tambahan untuk para pelaku seni tersebut.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Suasana pesta pernikahan yang dibubarkan di Desa Palabuan, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Sabtu (28/3/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka kini resmi menjalankan program New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru ( AKB) di tengah Pandemi Covid-19.

Hal itu juga tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati, bahwasanya pemberlakuan AKB sejalan dengan pelonggaran sektor pariwisata, seni budaya dan ekonomi kreatif.

Yang mana jika dirinci lebih dalam, sektor seni budaya atau para pelaku usaha di bidangnya sudah diperbolehkan untuk kembali menjalankan aktivitasnya.

Dibolehkannya sektor seni budaya dalam masa AKB, membuat masyarakat yang khususnya ingin menjalankan acara resepsi pernikahan sudah diperbolehkan.

Namun, tetap harus dengan prosedur protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Majalengka, Lilis Yuliasih melalui Kabid Kebudayaan, Mumu Rudiharto membenarkan bahwa gelaran resepsi pernikahan sudah diperbolehkan dalam masa AKB ini.

Meski, dengan digelarnya hiburan dengan skala besar sekalipun.

"Ya boleh, namun harus ada beberapa mekanisme yang harus ditempuh para pelaku seni ataupun masyarakat yang ingin menggelar resepsi disertai hiburan," ujar Mumu saat kegiatan ngobrol santai di Sekre PWI Majalengka, Jumat (3/7/2020).

Ia menjelaskan, mekanisme tersebut, yakni masyarakat harus membuat surat izin kepada Tim Gugus Tugas Covid-19 Majalengka dan melapor ke pihak kepolisian daerahnya masing-masing.

Selain itu, ketersediaan fasilitas protokol kesehatan Covid-19 juga harus ada, seperti tempat cuci tangan, menyediakan masker dan lain sebagainya.

"Jadi masyarakat harus membuat surat izin, lalu menunjukkan KTP ke pihak kecamatan dan kepolisian setempat," ucapnya.

Sementara, Mumu menambahkan, untuk hiburannya disarankan memilih para pelaku seni di dalam kota terlebih dahulu.

Kawasan Segitiga Rebana Meliputi Cirebon, Subang, dan Majalengka, Bakal Jadi Kawasan Industri Halal

Grab Indonesia Didenda Rp 29,5 Miliar, Terbukti Bersalah di Kasus Diskriminasi Mitra Pengemudi

Mangga Gedong Gincu Asli dari Majalengka Sulit Tembus Pasar

Jangan, memilih para pelaku seni dari luar daerah, karena akan ada prosedur tambahan untuk para pelaku seni tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved