Gadis Cantik Ini Terpaksa Banting Setir Demi Dapat Duit, Dulu Buruh Pabrik, Kini Bikin Layang-layang
Rina (21) gadis cantik asal Kampung Pasirwangi, Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari
TRIBUNCIREBON.COM, CIHAMPELAS - Rina (21) gadis cantik asal Kampung Pasirwangi, Desa Singajaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) setiap harinya terampil membuat layang-layang.
//
Setelah berhenti bekerja di sebuah pabrik, Rina memilih menjadi pembuat layang-layang untuk membantu kakaknya yaitu Dindin (35).
Rina mengaku setiap harinya, ia bisa membuat layangan sebanyak 500 - 1.000 buah.
"Tergantung, sehari bisa 500 buah sampai 1000 buah layangan, " kata Rina di rumahnya, Kamis (2/7/2020).
Gadis berparas cantik yang menjadi kembang desa di desanya itu membuat layangan pada pukul 08.00 WIB - 20.00 WIB.
Permintaan layangan untuk musim sekarang lebih banyak, ia pun harus membantu kakaknya Dindin memproduksi layangan itu.
• UPDATE Penyebaran Covid-19: Sehari Tambah 1.624 Kasus, Total Kasus Positif Corona jadi 59.394 Kasus
Perhari, Rina dibayar Rp 80 ribu jika berhasil menyelesaikan 1.000 buah layangan.
Rina pun memperlihatkan keahlian membuat layangan dengan jemari lentiknya saat menempelkan kertas ke kerangka layangan itu. Cuma lima menit Rina bisa membuat satu buah layangan.
Sementara itu, Dindin mengaku hasil produksinya itu ia jual ke daerah Bandung dan Jakarta.
"Ya paling banyak Bandung sih, Banjaran, Soreang," ujar Dindin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/gadis-cantik-ini-terpaksa-banting-setir-demi-dapat-duit-dulu-buruh-pabrik-kini-bikin-layang-layang.jpg)