Konflik Keraton Kasepuhan Cirebon

Wali Kota Cirebon Tegaskan Tak Akan Campuri Permasalahan Internal Keraton Kasepuhan

Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, menegaskan Pemkot Cirebon tidak akan mencampuri permasalahan internal Keraton Kasepuhan.

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, menegaskan Pemkot Cirebon tidak akan mencampuri permasalahan internal Keraton Kasepuhan.

Terlebih jika permasalahan tersebut merupakan ranah keluarga besar keraton yang berada di wilayah Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, itu.

"Sepanjang itu permasalahan internal keluarga, tentunya Pemkot Cirebon tidak akan ikut campur," kata Nasrudin Azis saat ditemui di rumah dinasnya di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (29/6/2020) malam.

Daftar Harga Motor Gede Bekas, Banyak di Bawah Rp 100 Juta, Mulai dari Honda Hingga Royal Enfield

Namun, Azis memastikan Pemkot Cirebon akan hadir untuk menangani permasalahan yang menjadi kewajiban pemeritah.

Ia mengatakan, kewajiban Pemkot Cirebon ialah menjaga kelestarian seluruh keraton yang ada di wilayah Kota Udang.

"Kalau ada kemungkinan terjadinya hal-hal tidak baik tentu pemerintah akan hadir di situ," ujar Nasrudin Azis.

Download MP3 Lagu Ku Puja Puja - Nella Kharisma, Lengkap dengan Lirik dan Video Klip

Diberitakan sebelumnya, rekaman video yang menampilkan sejumlah orang mengambil alih Keraton Kasepuhan sempat viral pada akhir pekan lalu.

Video itu menampilkan pria bernama Rahardjo Djalil yang mengaku sebagai keturunan asli Sultan Sepuh XI, Tadjoel Arifin Djamaluddin Aluda Mohammad Samsudin Radjanataningrat.

Dalam video itu tampak sejumlah orang menggembok pintu ruangan Dalem Arum Keraton Kasepuhan dan menurunkan foto Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat dan Permaisuri, Ratu Isye Natadiningrat.

Rahardjo dan kerabatnya, Elang Heri, juga bersilaturahmi dengan Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, di rumah dinasnya pada Senin malam.

Pertemuan tersebut tampak berlangsung tertutup. Sejumlah awak media hanya diperkanankan menunggu di depan rumah.

Keduanya masuk ke rumah dinas Wali Kota Cirebon kira-kira pukul 19.30 WIB dan baru keluar pada pukul 20.30 WIB.

Siap Dipertemukan dengan Sultan Sepuh XIV

 Sejumlah orang yang mengambil alih Keraton Kasepuhan mendatangi Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, di rumah dinasnya di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Senin (29/6/2020) malam.
Pertemuan tersebut tampak berlangsung tertutup. Sejumlah awak media hanya diperkanankan menunggu di depan rumah.
Kala itu, terlihat Rahardjo Djali yang menggembok pintu ruang Dalem Arum Keraton Kasepuhan, dan Elang Heri, anak Elang Upi Supriadi yang dianggap layak menduduki posisi Sultan Keraton Kasepuhan.
Usai pertemuan itu, Elang Heri, menegaskan pihaknya sangat terbuka untuk berdialog dalam menyelesaikan permasalahan Keraton Kasepuhan.
Jika ada pihak yang memfasilitasi mempertemukannya dengan Sultan Sepuh XIV, PRA Arief Natadiningrat, maka pihaknya siap hadir.
"Kalau dari Pemkot Cirebon mau menjembatani kami dengan Pak Arief, mangga kami terbuka, toh ini demi kebaikan keraton," ujar Elang Heri.
Ia mengakui dalam hal ini Pemkot Cirebon tidak dapat ikut campur.
Sebab, permasalahan itu merupakan ranah internal keluarga besar Keraton Kasepuhan Cirebon.
Karenanya, jika berhasil dipertemukan dengan Sultan Arief, maka pihaknya siap hadir langsung untuk berdialog.
"Jadi, dipertemukan dan keluarga keraton dipersilakan ngobrol langsung mengenai hal ini, kami siap," kata Elang Heri.
Sementara Sultan Arief sendiri hingga kini diketahui tengah terbaring sakit dan dirawat di rumah sakit di Bandung.
Karenanya, hingga kini Arief belum dapat berkomentar banyak dan memberikan tanggapannya.
"Saya masih dirawat di Bandung, nanti saya klarifikasi kalau sudah di Cirebon," ujar Arief Natadiningrat melalui pesan singkatnya.
Datangi Rumah Wali Kota Cirebon 
Sejumlah orang yang mengambil alih Keraton Kasepuhan mendatangi Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, pada Senin (29/6/2020) malam.
Mereka mendatangi Azis di rumah dinas Wali Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.
Bahkan, Rahardjo Djali yang menggembok pintu ruang Dalem Arum Keraton Kasepuhan datang langsung menemui Azis.
Kala itu, Rahardjo tampak didampingi Elang Heri, anak dari Elang Upi Supriadi yang dianggap layak menduduki posisi Sultan Keraton Kasepuhan.
Keduanya masuk ke rumah dinas Wali Kota Cirebon kira-kira pukul 19.30 WIB dan baru keluar pada pukul 20.30 WIB.
Pertemuan tersebut tampak berlangsung tertutup. Sejumlah awak media hanya diperkanankan menunggu di depan rumah.
"Kami bersilaturahmi dengan Pak Azis, menjelaskan duduk permasalahan Keraton Kasepuhan biar tidak simpang siur," kata Elang Heri saat ditemui usai bersilaturahmi dengan Azis.
Ia mengatakan, dalam pertemuan itupun turut menyampaikan permohonan maaf karena telah membuat gaduh situasi.
Namun, Heri mengakui Pemkot Cirebon tidak dapat campur tangan dalam pengambilalihan Keraton Kasepuhan yang beberapa waktu lalu sempat viral.
Pasalnya, hal tersebut merupakan ranah internal sehingga hanya dapat diselesaikan oleh keluarga besar keraton.
"Memang Pemkot tidak bisa masuk karena ini urusan keluarga, Pak Azis hanya berpesan untuk menjaga aset keraton," ujar Elang Heri.

Sultan Sepuh XIV Ancam Polisikan

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved