Breaking News:

PSBB di Jabar Berakhir Lanjut Penerapan 100% AKB, Gubernur Ridwan Kamil Minta Warga Tetap Waspada

Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), kata Emil, angka reproduksi yang bertahan di bawah angka satu selama dua pekan

Editor: Machmud Mubarok
(Humas Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy S dan Pangdam III Siliwangi saat mengikuti Rapat Evaluasi Pelaksanaan Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum Tahun 2020, dan Perencanaan Tahun 2021 via video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (18/6/20). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional tingkat Provinsi Jawa Barat sudah selesai dan tidak diperpanjang.

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan keputusan ini didasarkan pada angka reproduksi Covid-19 di Jawa Barat yang sudah di bawah angka 1 selama enam minggu terakhir.

Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), kata Emil, angka reproduksi yang bertahan di bawah angka satu selama dua pekan menyatakan penyebaran Covid-19 sudah bisa terkendali. Di sisi lain, tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar terus turun sampai tinggal 27 persennya.

Emil mengatakan penanganan Covid-19 di Jabar sendiri kini akan fokus pada pengetesan di berbagai tempat yang rawan penyebaran Covid-19. Di luar itu, kebijakan strategis lainnya akan diserahkan kepada pemerintah kota kabupaten.

“Seluruh Jawa Barat hari ini tidak ada lagi PSBB (tingkat provinsi Jawa Barat), sudah diputuskan kita semuanya 100 persen melakukan AKB (adaptasi kebiasaan baru),” kata Emil seusai meninjau pelaksanaan tes masif bersama Badan Intelejen Negara (BIN) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (26/6).

Meski demikian, Emil menegaskan dalam masa AKB tidak akan melonggarkan kewaspadaan. Pengawasan lebih ketat difokuskan di tingkat desa atau kelurahan. Pemerintah kota kabupaten pun bisa menyesuaikan dengan kondisi yang ada, termasuk jika ingin mengajukan PSBB di wilayahnya.

“Pengawasan dilokalisir di tingkat desa keluarahan, di skala mikro perbatasn dilakukan, tapi PSBB skala Jabar dihentikan, dilanjutkan dengan kebijakan lokal. Khusus untuk wilayah Bodebek, PSBB tetap merujuk pada kebijakan DKI Jakarta yang masih berlaku hingga 2 Juli 2020,” katanya.

Di sisi lain, Emil mengaku ingin menggerakkan perekonomian. Emil tidak ingin ada lonjakan pengangguran yang lebih luas atau pertumbuhan perekonomian di Jawa Barat minus pada akhir tahun.

Daftar 112 Kabupaten/Kota yang Masuk Zona Hijau Covid-19, Berdasarkan Data Gugus Tugas Nasional

Daftar Harga Sepeda Lipat 2020, Mulai dari Rp 1 Jutaan, Sepeda Lipat Polygon Hingga Pacific

Daftar Harga HP iPhone Bulan Juni 2020: iPhone 11 Rp 14 Juta, iPhone 8 Plus Rp 10,4 Juta

Emil menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan fokus pada pengetesan masif di wilayah yang potensinya tinggi dalam penyebaran virus. Di antaranya, pasar tradisional, tempat wisata, rumah ibadah, hingga tempat transit pergerakan orang seperti terminal, stasiun hingga bandara.

“Beban hanya tiga hal saja, pasar, pariwisata, dan yang ketiga adalah titik berangkat terminal dan stasiun, ini akan mengiringi 627 ambulans yang diubah jadi mobil tes Covid-19 tes,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, pihak pemerintah akan bekerjasama dengan instansi lain. Ia mencontohkan upaya kolaborasi seperti dengan pengetesan masif bersama BIN akan terus dilakukan.

“Bersama BIN, dari kemarin sampai besok akan ada pengetesan kepada masyarakat di Gedung Sate dan upaya kolaborasi dengan instansi lain akan diteruskan di wilayah Jabar. BIN dalam kegiatan tes masif ini menyediakan prosedur rapid tes, jika ada yang reaktif, dalam waktu yang bersamaan ada dua mobil dengan mesin PCR yang bisa melakukan Swab,” kata dia.

Sementara itu, Staf Khusus Kepala BIN, Mayjen TNI Suyanto mengatakan bahwa kerja sama dengan gugus tugas di Jabar merupakan instruksi Kepala BIN untuk melaksanakan rapid tes dan swab massal di berbagai daerah.

“Kepala BIN meminta kami untuk melakukan kegiatan tiga hari di Jabar, kemarin, hari ini, dan besok. Kami juga membawa mobil laboratorium unit, jadi ketika ada yang reaktif, langsung dilaksanakan swab sehingga hasilnya langsung terlihat,” kata dia. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved