Tes Swab Massal
Selama PSBB Proporsional, Pemkab Indramayu Akan Lakukan Tes Swab Massal Pada Tiga Kategori Ini
Selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional, pemerintah Kabupaten Indramayu bakal melakukan tes swab massal.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional, pemerintah Kabupaten Indramayu bakal melakukan tes swab massal.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, tes swab ini sudah mulai dilakukan pada hari ini dan rencananya bakal berlangsung hingga sepuluh hari kedepan.
• Hari Ketiga PSBB Proporsional, Jumlah Kasus PDP Covid-19 di Majalengka Malah Naik
"Tujuannya untuk screening ketersebaran virus dan memetakan ketersebaran kasus," ujar dia kepada Tribuncirebon.com di Dinkes Kabupaten Indramayu, Senin (15/6/2020).
Dalam tes swab massal kali ini, disebutkan Deden Bonni Koswara akan ada sebanyak 1.399 orang yang diambil sampel swabnya.
Mereka dikategorikan menjadi tiga kategori, yakni kategori A, B, dan C.
• PPDB Tingkat SMP di Kabupaten Bandung Barat Dibuka 22 Juni Mendatang, Pendaftaran Secara Online
• BREAKING NEWS: Rekor, Pasien Sembuh dari Covid-19 di Indramayu Bertambah 7 Orang Hari Ini
Kategori A meliputi, Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), Kasus positif Covid-19, kontak erat, dan tenaga kesehatan.
Kategori B meliputi, kelompok yang memiliki mobilitas dan keterpaparan yang tinggi yaitu pedagang pasar, pemuka agama, pelaku perjalanan, pusat keramaian atau kerumunan seperti lingkungan industri.
Kategori C meliputi, masyarakat yang mendaftar melalui Pikobar atau aplikasi Pusat Informasi dan Koordinasi Wabah Penyakit dan Bencana Jawa Barat.
Hasilnya nanti akan dikirim ke pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bahan evaluasi penyebaran virus corona di Kabupaten Indramayu.
Hasil tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi pengambilan kebijakan selanjutnya dalam menyambut new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB).
"Untuk kegiatan ini kami lakukan secara terencana sehingga kegiatan ini dapat selesai tepat waktu," ujarnya.