Musim Gadu
Begini Cara Petani di Indramayu Meminimalisir Kerugian di Masa Tanam Gadu
di Desa/Kecamatan Kroya, para petani bahkan memulai musim tanam dengan cara senggang.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Bencana kekeringan menghantui sejumlah petani memasuki musim tanam kedua atau musim gadu sekarang ini, termasuk para petani di Kabupaten Indramayu.
Ketua Serikat Tani Indramayu (STI), Mujahid mengatakan, di Desa/Kecamatan Kroya, para petani bahkan memulai musim tanam dengan cara senggang.
• Zodiak Cinta, Selasa 16 Juni 2020: Asmara Scorpio Memprihatinkan, Libra Ekspresikan Cinta yang Jujur
Senggang ini merupakan istilah yang biasa digunakan para petani di daerah jawa dengan membiarkan tanaman padi pada masa panen sebelumnya agar kembali menghasilkan padi.
"Jadi sudah panen pertama, tapi tidak ditraktor, tidak ditanami lagi, dibiarkan saja biar tumbuh sendiri lagi kaya pohon pisang," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Senin (15/6/2020).
Muhajid menyampaikan, meski demikian hanya segelintir petani saja yang melakukan musim tanam kedua secara senggang.
• Sebanyak 2.808 Warga di Kabupaten Cirebon Telah Jalani Swab Test Covid-19
• Terbangun Gara-gara Dengar Suara Aneh, Wanita di Riau Pergoki Suami Setubuhi Putrinya
Mereka merupakan petani yang lahan persawahannya berada di dataran tinggi sehingga air tidak bisa masuk, agar bisa tetap produktif mereka melakukan tanam secara senggang.
Hanya saja hasil padi yang dihasilkan dari menanam secara senggang ini kualitasnya lebih rendah.
Selain itu berat padi yang dihasilkan pun lebih sedikit jika dibanding menanam padi pada umumnya.
"Itung-itungannya mereka tidak perlu mengeluarkan biaya traktor, biaya bibit, juga kuli orang untuk tanam, tetapi hasilnya imbang jika dihitung-hitung dengan petani lainnya di masa tanam kedua," ujarnya.
• Daftar Harga HP Vivo Terbaru Bulan Juni 2020: Vivo V15 Rp 3,5 Juta, Vivo Y30 Rp 2,8 Juta
Dijelaskan Mujahid, petani yang biasa melakukan tanam secara senggang ini biasa menggunakan bibit padi jenis ciherang atau IR karena lebih cepat tumbuh.
Padi jenis tersebut hanya memerlukan waktu kurang dari 100 hari, berbeda dengan padi jenis lain, seperti kebo yang memerlukan waktu bahkan sampai 125 hari, dan lain sebagainya.
"Usia padinya lebih cepat cuma satu bulan setengah sudah bisa panen karena kan sudah tinggi, meskipun dengan mengunakan padi jenis lainnya juga bisa hanya lebih lama," ujar dia.