Breaking News:

PSBB Kuningan

PSBB Kuningan Dilonggarkan, Warga Padati Jembatan Gantung Penghubung Winduhaji - Wangun untuk Selfie

Pelonggaran masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Kuningan, sontak membuat warga bebas keluar rumah.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Warga membeludak ingin selfie di jembatan gantung penghubung Kelurahan Winduhaji dengan Blok Wangun yang berada di Kelurahan Citangtu, Kuningan. 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Pelonggaran masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Kuningan, sontak membuat warga bebas keluar rumah.

Sehingga, tidak sedikit lokasi yang dianggap pantas untuk foto selfie, banyak dikunjungi warga.

Salah satunya jembatan gantung penghubung Kelurahan Winduhaji dengan Blok Wangun yang berada di Kelurahan Citangtu, Kuningan.

Aurel & Azriel Hermansyah Kompak Posting soal Hubungan Anak dan Orang Tua, Sindir Krisdayanti?

"Kami pengen saja datang kesini, karena di sosial media viral dan bikin penasaran untuk mengetahui langsung bagaimana kondisi sebenarnya," ungkap Wati (25), salah seorang pengunjung di lokasi tersebut, Minggu (14/6/2020).

Terpantau di lokasi, dominasi pengunjung datang itu mayoritas perempuan yang terlihat bergiliran melakukan swafoto sebagai dokumen pribadinya.

"Iya, sekarang saat datang ke suatu tempat tidak lupa untuk berfoto ria. Buat kenang kenangan saja," ujarnya.

Mengeluh Soal Haid, Siswi SMP di Cianjur Baru Melahirkan di Sawah, Hasil Hubungan Gelap Dengan Paman


Jembatan gantung sepanjang kurang lebih 120 meter dengan ketinggian 80 meter, persis jembatan yang berada di luar negeri.

"Apalagi dibawahnya itu masih rimbun dan suara gemuruh air sungai masih terdengar alami," katanya.

Bersamaan waktu tadi, tumpleknya pengunjung di atas jembatan tadi, mendapat perhatian dari petugas kepolisian Kuningan kota.

"Saat patroli di masa PSBB, petugas kami langsung ke lokasi jembatan gantung, dan terlihat warga banyak di tengah jembatan itu,  tanpa memikirkan keselamatan," kata Kapolsek Kuningan Kompol Agus Suroso.

Mal & Pusat Perbelanjaan di Bandung Kembali Dibuka Mulai Besok, Ini Poin Aturan yang Wajib Dipatuhi

Tak menunggu lama,  petugas langsung melerai penumpukan masa di jembatan tersebut.

"Dari situ kami mengatur pengunjung untuk saling bergantian dalam pengambilan foto," kata Agus.

Pasalnya, kata Agus, kondisi jembatan belum lama selesai dibangun dan kini bisa digunakan warga sebagai akses jalan.


"Belum di resmikan oleh pemerintah, jadi untuk menjaga kewatiran dan keselamatan pengunjung, kami atur waktu dan jumlah warga saat ditengah jembatan tersebut," katanya.

Biaya Hidup Disabilitas dan Lansia Kian Tertekan di Masa Pandemi, Capai 30 Persen Lebih Besar



Mengenai waktu dalam satu kali rombongan berjumlah 15 orang terbagi maksimal 5 menit. 

"Kami disana menurunkan petugas untuk mengawasi lokasi jembatan gantung," ungkapnya.

Selain menurunkan petugas, kata Agus, pihaknya memasang palang dengan sebatang bambu di ujung jembatan, baik dari arah Kelurahan Winduhaji maupun dari arah Blok Wangun, Kelurahan Citangtu.

"Terlepas dari penjagaan dan pengaturan terhadap pengunjung, kami selalu mengingatkan mereka untuk menggunakan masker sebagai media pencegah penyebaran virus corona," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved