Netty Prasetiyani Minta Masyarakat Tunda Kehamilan Selama Pandemi Covid-19, Ini Alasannya
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan, meminta masyarakat menunda kehamilan selama pandemi Covid-19.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Heryawan, meminta masyarakat menunda kehamilan selama pandemi Covid-19.
Pasalnya, angka kehamilan dan kelahiran bayi tetap harus dikendalikan di masa pandemi seperti sekarang.
Menurut dia, pengendalian kehamilan dan kelahiran sama pentingnya seperti pencegahan penyebaran Covid-19.
• Nekat Beroperasi Lebih dari Batas Waktu, Dua Tempat Makan di Kota Bandung Disegel
"Jangan sampai terjadi ledakan penduduk di masa pandemi ini," kata Netty Prasetiyani Heryawan saat Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga berencana (Bangga Kencana), di Puskesmas Watubelah, Jalan Fatahillah, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Kamis (11/6/2020).
Ia mengakui adanya kekhawatiran melonjaknya angka kehamilan dan kelahiran di tengah imbauan bagi masyarakat untuk berdiam diri di rumah saja selama masa pandemi Covid-19.
Selain itu, adanya pembatasan pemasangan IUD selama pandemi Covid-19 juga seolah menambah kekhawatiran tersebut.
• Banyak Anak-anak Jalani Tes Swab Covid-19, Begini Tanggapan Bupati Majalengka
• BREAKING NEWS: Balita di Desa Sukadana Kuningan Temukan Granat Nanas, Diduga Masih Aktif
Karenanya, Netty menilai upaya terpenting saat ini ialah terus mengingatkan masyarakat usia subur untuk menunda kehamilan.
"Sosialisasi penundaan kehamilan juga harus dibarengi pemberian informasi mengenai alat kontrasepsi yang mudah dijangkau," ujar Netty Prasetiyani Heryawan.
Menurut dia, alat kontrasepsi yang mudah dijangkau itu di antaranya, suntik dan pil KB, kondom, implan, serta lainnya.
• 12 Tahun Menikah, Pria Ini Tak Bisa Bercinta, Sang Istri pun Masih Perawan, Penyebabnya Tak Disangka
Dalam kesempatan itu, Netty juga tampak menyerahkan bantuan paket sembako dan alat pelindung diri (APD) berupa masker, hazmat set, sarung tangan, serta face shield.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada petugas Puskesmas Watubelah dan perwakilan para peserta KB.
"Saat ini, kita memang harus negatif Covid-19, tapi ibu-ibu juga harus negatif (tidak hamil)," kata Netty Prasetiyani Heryawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/anggota-komisi-ix-dpr-ri-netty-prasetiyani-heryawan1.jpg)