Kasus Pencabulan di Kuningan
8 Anak Korban Pencabulan oleh Oknum Karyawan BTNGC Kuningan Harus Ditangani dengan Hati-hati
Penanganannya, kata dia, ini bisa beragam dilakukan dalam menghadapi dan memahami karakter korban itu sendiri.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Laporan Kontributor Tribuncirebon.com, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Seorang oknum pegawai Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan melakukan pencabulan terhadap 8 anak.
Menanggapi kasus dugaan pencabulan yang memakan korban hingga 8 anak, salah seorang Psikolog yakni Nida Nadia mengatakan bahwa korban perlu pendampingan serius paska mengalami kejadian.
“Ini dilakukan, untuk menghilangkan trauma pada korban dan kegiatan ini memerlukan pendampingan secara psikologis secara intens,” katanya, Jum'at (5/6/2020).
Penanganannya, kata dia, ini bisa beragam dilakukan dalam menghadapi dan memahami karakter korban itu sendiri.
“Karena ini tergantung dengan kondisi korban. Kemudian mengenai jumlah korban sebanyak delapan orang, ini penanganan harus dilakukan dengan hati-hati,” katanya.
Tindakan ini mengawatirkan kondisi anak malah merasa ketakutan dan tidak nyaman dalam mendapat pendampingan yang dilakukan psikater.
“Bisa saja anak atau korban ini merasa terhina, minder dan ini menjadikan sikap kita dalam menangani itu harus dengan kehati-hatian,” ujarnya.
• TP PKK Kuningan Lakukan Pendampingan Terhadap Korban Pencabulan oleh Oknum Pegawai BTNGC
• BREAKING NEWS Oknum Pegawai Kontrak Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan Cabuli 8 Anak
Mengenai banyak jumlah korban akibat tindak dugaan pencabulan.
“Identitas korban jangan sampai terbuka, sehingga si anak tidak merasa minder,” katanya.
Mengenai pendampingan atau pengibatannya, kata dia, ini bisa melalui praktek atau therapy mengenai mental daripada korban tersebut.
“Ini harus dilakukan secara intens dan tidak hanya sekali. Untuk kemudian ada evaluasi agar korban benar-benar dinyatakan nyaman melakukan attivitas seperti biasnya,” katanya.
Bentuk therapy yang dibutuhkan, kata dia, ada berbagai macam dalam pelaksanaannya.
“Yakni dengan cara Play Therapy (Therapy Bermain, red) tentunya disesuaikan dengan usia anaknya, selanjutnya dengan Therapi Healing, yaitu therapy menyembuhkan rasa trauma, berusaha berdamai dengan kejadian tersebut, dan itu memerlukan proses yang lama,” katanya.
Dilakukan Pendampingan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/oknum-pegawai-balai-taman-nasional-gunung-ciremai-cabuli-anak.jpg)