New Normal di Kuningan
Ketua DPRD Kuningan Nilai PSBB Berhasil, Masyarakat Siap Menghadapi New Normal
arus gelombong PSBB memang sangat dirasakan besar dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Setelah berhasil menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kini masyarakat Kabupaten Kuningan siap menghadapi New Normal.
“Penerapan New Normal ini baik dilakukan kepada masyarakat, ini merupakan tahapan lebih atas dari PSBB,” kata Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy saat menyampaikan kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (28/5/2020).
Menurut Nuzul, arus gelombong PSBB memang sangat dirasakan besar dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
“Oleh karenanya, New Normal atau cara gaya hidup baru ini sebagai pelaksanaan kegiatan masyarakat,” ujarnya.
Penerapan New Normal ini sangat baik dilakukan dalam melakukan aktivitas warga di masa Pandemi Covid-19.
“Karena penerapan New Normal tidak jauh seperti masa PSBB, dimana dalam satu titik tertentu mendapat pengawasan dan penjagaan petugas dari TNI dan Polri,” katanya.
Menurut Nuzul, penugasan terhadap dua alat negara ini, bukan untuk menakut-nakutii masyarakat dalam melakukan aktivitas pada umumnya.
“Namun, sebagai peringatan kepada masyarakat, untuk tidak melakukan kerumunan, seperti di toko swalayan tertentu misalnya,” katanya.
• BREAKING NEWS: Guru Honorer di Indramayu Positif Corona, Diduga Terpapar Suaminya yang Dari Jakarta
• Suami Istri di Ciamis Tewas Setelah Gelar Pesta Miras, Suami Tewas Pukul 02.00, Istri Pukul 08.30
• Jangan Jadikan Lagi Mi Instan Menu Sarapan Anda, Meski Enak, Berisiko Kena Penyakit Mematikan Ini
Dikatakan Nuzul, New Normal ini memberikan ruang kepada masyarakat dalam melakukan aktivitas seperti sebelum-sebelumnya.
“Tapi, dalam beraktivitas itu jelas memiliki ketentuan dan berstandar terhadap kesehatan Covid-19,” katanya.
Jadi, kata Zul, New Normal merupakan alat pengendali terhadap kegiatan masyarakat dalam pencegahan penyebaran cirus corona.
“Misal dalam suatu kegiatan biasa berkerumun, dalam penerapan New Normal tentu tidak demikian dan tetap menjaga sosial distancing,” katanya.
Politisi yang akrab disapa Zul ini menganalogikan bahwa masa sekarang ini tidak jauh seperti dua sisi mata uang.
“Di sisi lain ekonomi harus berjalan dan produktivitas masyarakat pun sama,” kata Zul. (*)