PDP di Majalengka Meninggal Dunia

Anak Kandung PDP Covid-19 yang Meninggal di Majalengka, Kini Dipantau Oleh Tim Medis

Anak tersebut kesehariannya hidup bersama ayahnya yang kini telah meninggal dunia setelah statusnya menjadi PDP

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 RSUD Cideres, dr Egga Bramasta Akidapi 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Seorang anak yang memiliki kontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang merupakan ayahnya sendiri, kin menjadi pemantauan tim medis.

Diketahui, anak tersebut kesehariannya hidup bersama ayahnya yang kini telah meninggal dunia setelah statusnya menjadi PDP di RSUD Cideres Majalengka.

Begini Cara Mengatasi Gigi Berlubang Tanpa Obat, Ampuh Juga untuk Mengurangi Rasa Sakitnya

Mereka datang dari zona merah Kota Bandung dan rujuk ke rumah sakit setelah mengeluh sakit menyerupai gejala Covid-19, seperti sesak nafas, batuk dan demam.

"Sekarang anaknya telah menjadi pantuaan tim medis, yang dalam hal ini langsung Dinas Kesehatan Majalengka," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 RSUD Cideres, dr Egga Bramasta Akidapi, Kamis (28/5/2020).

Begini Cara Mengatasi Gigi Berlubang Tanpa Obat, Ampuh Juga untuk Mengurangi Rasa Sakitnya

Dijelaskan dia, saat ayahnya masuk ke rumah sakit pada, Selasa (26/5/2020) atau dua hari lalu, sang anak langsung dipantau kesehatannya.

Terlebih, ayahnya mengalami gejala menyerupai Covid-19 dan setelah di tes rapid hasilnya reaktif.

"Itu sudah kami sampaikan ke Dinkes, untuk terus dipantau kesehatannya," jelas dia.

Lanjut dia, kemungkinan jika anak tersebut mengalami gejala menyerupai Covid-19, tim medis yang bertugas memantau kesehatan sang anak akan langsung dirujuk ke rumah sakit.

Tentunya, untuk mengantipasi stigma buruk di masyarakat.

27 Orang di Kota Cirebon Reaktif Rapid Test Corona, Jubir Gugus Tugas: Swab Testnya Negatif

"Ya kalau memang seperti itu (ada gejala menyerupai Covid-19), kemungkinan ya dirujuk dan dirawat secara intensif," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, PDP asal Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka Meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Cideres Majalengka selama 1 hari.

Diketahui, yang bersangkutan semasa hidupnya pernah kontak dengan anaknya yang pulang dari Bandung.

Saat proses pemakaman, digelar sesuai protokol kesehatan di pemakaman Dukuhsuba malam itu juga.

PDP Corona di Majalengka Meninggal dunia 

Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka terkonfirmasi meninggal dunia, Rabu (27/5/2020) petang.

Informasi yang diterima, proses pemakaman sendiri tengah berlangsung malam ini di pemakaman Dukuhsuba atau samping Rumah Makan Nera.

Jenazah juga dimamkamkan sesuai protokol kesehatan karena tidak ada warga yang berani menguburkannya.

Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majalengka, Agus Permana melalui pesan singkat.

"Ya betul, malam ini PDP asal Simpeureum berjenis kelamin laki-laki usia 55 tahun meninggal dunia dan proses pemakaman tengah berlangsung malam ini," ujar Agus, Rabu (27/5/2020).

Dijelaskan dia, dari informasi yang diperoleh, PDP meninggal ini masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cideres Majalengka, kemarin, Selasa (26/5/2020) pukul 06.30 WIB.

"Kalau sakitnya sudah 10 hari sejak di Bandung. Penyakit yang dideritanya menyerupai Covid-19 seperti sesak napas, batuk, demam. Bahkan almarhum semasa hidupnya pernah kontak dengan anaknya yang pulang dari Bandung," ucapnya.

 Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Ditunda, Persiapkan Syarat dan Cara Daftarnya

 Niat dan Tata Cara Puasa Senin Kamis Serta Puasa Qadha Ramadhan, Lengkap dengan Manfaat Puasa

Masih dijelaskan Agus, saat masuk IGD, almarhum langsung menjalani rapid diagnostic test (RDT) atau tes cepat.

Hasilnya, yang bersangkutan dinyatakan reaktif.

"Dan langsung dimasukan ke ruang isolasi RSUD setempat untuk menjalani perawatan intensif. Sedangkan tes Swab atau PCR belum sempat dilakukan," jelas dia.

"Meninggalnya mah tadi sekitar pukul 17.30 WIB, sekarang masih proses pemakaman sesuai protap kesehatan Covid-19," kata Agus.

 Link dan Tatacara Mengisi Sensus Penduduk Online di www.sensus.bps.go.id, Buruan Tinggal 2 Hari Lagi

 Jadwal dan Link Live Streaming Belajar dari Rumah TVRI Besok, Kamis 28 Mei 2020, Ada Film Festival

Belum Dites Swab

Padahal, yang bersangkutan belum sempat menjalani tes swab atau PCR untuk mengetahui virus apa yang dideritanya.

"Ya tes swab belum dilakukan, namun Allah SWT berkehendak lain," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, Agus Permana, Kamis (28/5/2020).

Menurutnya, PDP berumur 55 tahun itu baru masuk ke RSUD Cideres Majalengka pada, Selasa (26/5/2020) atau hanya sehari sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Namun, sebelum meninggal, pasien yang kini telah dikebumikan sudah menjalani rapid diagnostic test (RDT) atau tes cepat dan hasilnya reaktif.

"Ketika hasil Rapid tes reaktif, pasien langsung dirawat di ruang isolasi RSUD Cideres dan menjalani perawatan intensif," ucapnya.

Jadi, Agus menambahkan, sebenarnya almarhum belum tentu terpapar virus Corona.

Bisa saja, yang bersangkutan terbawa penyakit bawaan yang gejalanya menyerupai Covid-19.

"Penyakit yang dideritanya menyerupai Covid-19 seperti sesak napas, batuk, demam. Meski, almarhum semasa hidupnya pernah kontak dengan anaknya yang pulang dari Bandung, bisa saja penyakitnya dari bawan bukan Covid-19," jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved