Penusukan di Garut
Kakak Kandung yang Tusuk Adiknya hingga Tewas di Garut Resmi Dijadikan Tersangka
Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, mengatakan, QA kini telah ditahan dan berstatus sebagai tersangka.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wicaksana
TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Kakak kandung berinisial QA (27), yang menusuk adiknya, Wira (21), menggunakan pisau dapur ditetapkan polisi menjadi tersangka. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (23/5/2020) tengah malam.
Wira ditusuk kakaknya setelah menghina ibu mereka dengan ucapan kotor.
Selain itu, Wira juga menantang pelaku untuk berduel.
Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, mengatakan, QA kini telah ditahan dan berstatus sebagai tersangka.
Ia harus menjalani proses hukum karena menganiaya adiknya hingga tewas.
"Iya benar sudah jadi tersangka. Kami sudah menahan pelaku untuk proses penyidikan," ucap Maradona, Selasa (26/5/2020).
Maradona menyebut, QA sudah mengakui perbuatannya kepada penyidik.
Dari keterangan pelaku, ia merasa kesal dengan perbuatan adiknya itu.
"Pelaku kesal karena ibunya dihina dengan kata-kata kasar. Ia tak menerima hingga nekat menusukkan pisau ke bagian dada adiknya," katanya.
Sebelumnya, pertikaian adik dan kakak kandung di Garut berujung maut.
Seorang adik tewas setelah dianiaya kakaknya sendiri di malam takbir.
Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, mengatakan, korban atas nama Wira (21), tewas setelah ditusuk di bagian jantung.
Korban terlibat pertikaian dengan QA (27), kakak kandungnya sendiri.
"Hasil investigasi kami, Wira tewas dengan luka tusuk tepat di bagian jantung. Peristiwa itu terjadi di rumah keduanya di Perum Suci Permai, Desa Suci Kaler, Karangpawitan," ujar Maradona.
Peristiwa penusukan terjadi saat malam takbir, Sabtu (23/5/2020). Pelaku menusuk adiknya sekitar pukul 23.30.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.
Kronologis Duel Maut Kakak Beradik
Pertikaian adik dan kakak kandung di Garut berujung maut. Seorang adik tewas setelah dianiaya kakaknya sendiri di malam takbir.
Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, mengatakan, korban atas nama Wira (21), tewas setelah ditusuk di bagian jantung. Korban terlibat pertikaian dengan QA (27), kakak kandungnya sendiri.
"Hasil investigasi kami, Wira tewas dengan luka tusuk tepat di bagian jantung. Peristiwa itu terjadi di rumah keduanya di Perum Suci Permai, Desa Suci Kaler, Karangpawitan," ujar Maradona, Senin (25/5/2020).
Peristiwa penusukan terjadi saat malam takbir, Sabtu (23/5/2020). Pelaku menusuk adiknya sekitar pukul 23.30. Korban sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.
QA kini sudah dibawa ke Mapolres Garut untuk diperiksa. Motif dan kronologi kejadian masih didalami. Diduga karena ada masalah keluarga.
"Kemungkinan karena masalah keluarga. Masih kami dalami," ucapnya.
Maradona menyebut, pihaknya baru menerima laporan pada Minggu (26/5/2020) dini hari. Tim langsung meluncur ke lokasi dan mengamankan pelaku.
• Tak Benar Sekolah Akan Dibuka Mulai Bulan Juli, Mendikbud Nadiem: Itu Tergantung Saran Gugus Tugas
• Jadwal Acara TV Hari Ini, Jangan Lewatkan Film-film Special Lebaran di Trans TV, RCTI, SCTV dan ANTV
• Ada Fast and Furious 6 di GTV & Power Rangers di Trans TV, Ini Jadwal Acara TV Minggu 24 Mei 2020
Penyebabnya Ternyata Ini
Adik kandung yang tewas usai ditusuk pisau dapur oleh kakaknya di Perum Suci Permai, Desa Suci Kaler, Kecamatan Karangpawitan, Garut terjadi karena masalah keluarga. Pelaku yang tak lain kakak korban, kesal karena korban melawan ibunya.
"Sebelum ditusuk korban duduk di atas kasur. Ia lalu mengganggu pelaku QA (27), dengan ucapan kasar. Selain itu korban bernama Wira (21) juga melawan ibunya," ucap Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, Senin (25/5/2020).
Pelaku QA kemudian menegur adiknya setelah melawan ibunya. Namun adiknya malah melawan dan menantang berkelahi.
"Pelaku lalu memukul wajah korban satu kali di bagian wajah dengan tangan kosong. Korban kembali melawan dengan ucapan kasar," katanya.
Kesal dengan ucapan korban, QA pergi ke dapur. Ia mengambil pisau dan menusukkannya ke bagian dada kiri korban.
"Pisau ditusuk sebanyak satu kali. Pisau sampai patah dan korban tergeletak di kasur," ujarnya.
Melihat anaknya bersimbah darah, ibunya lalu membawa Wira ke rumah sakit. Namun jasad korban tak tertolong karena meninggal di perjalanan.
Peristiwa Serupa
Sebelumnya juga terjadi peristiwa duel di Kota Tasikmalaya. Dua pemuda terlibat duel di Jalan Karanglayung, Kelurahan/Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jumat (8/5) dini hari. Salah seorang pemuda tewas akibat kena sabetan senjata tajam.
Korban tewas bernama Evan Sukmana (25), warga Jalan Sindanggalih, Kecamatan Tawang. Sedangkan lawan duelnya, IL (25), warga Kecamatan Kawalu, langsung melarikan diri dan saat ini diburu polisi.
Informasi yang dihimpun //Tribun//, menyebutkan, aksi duel di bulan suci Ramadan 1441 H ini terjadi di tepi Sungai Cikunten II, Jalan Karanglayung, tak jauh dari Jembatan Cikunten II Jalan Gubernur Sewaka.
Kedua pemuda itu terlibat perkelahian dan tiba-tiba IL mengeluarkan senjata tajam. Dia langsung membabi-buta berupaya melukai lawannya. Sebuah sabetan mengenai kaki kiri korban.
"Setelah korban yang juga teman saya terkapar, IL langsung melarikan diri. Saya langsung meminta bantuan warga," kata Rezki (24), teman korban yang menyaksikan perkelahian tersebut.
Menurut Rezki, saat dibawa ke RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, korban masih kuat berdiri dan membonceng sepeda motor. Namun darah terus mengucur dari luka di kakinya.
• Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir, Dilengkapi Doa Kamilin Beserta Artinya
• Jadwal Acara TV Hari Ini, Saksikan Sinema India Yeh Teri Galiyan di ANTV dan Bedah Rumah Baru di GTV
• Jadwal Acara TV Hari Ini, Jangan Lewatkan Film-film Special Lebaran di Trans TV, RCTI, SCTV dan ANTV
Setiba di RSU, kondisi korban sudah lemas. Petugas IGD segera memabwa korban ke ruang tindakan. Namun tak lama, korban meninggal dunia. Diduga akibat kehabisan darah.
Kasus tersebut kini ditangani Polres Tasikmalaya Kota. Jajaran Satreskrim tengah memburu IL. Petugas juga tengah mengorek latra belakang aksi duel tersebut.
Dipicu Utang
Aksi duel antara korban meninggal Evan Sukmana (25), warga Jalan Sindanggalih, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, dengan IL (25), warga Kecamatan Kawalu, ternyata dipicu urusan utang piutang.
Evan dan IL pun ternyata adalah teman dekat. "Kami memang berteman. Sebelum duel berlangsung, antara Evan dan IL kontak-kontakan melalui HP," ujar Rezki (24), teman Evan yang juga teman IL.
Rezki sendiri berada di lokasi saat duel terjadi. "Keduanya teleponan lalu janjian ketemuan di Jalan Karanglayung. Saya yang kebetulan sedang bersama Evan ikut mengantar," katanya.
Setelah bertemu keduanya beradu mulut. Menurut Rezki yang diributkan adalah soal utang-piutang. Keduanya lalu terlibat duel (perkelahian satu lawan satu).
"Saat mereka mulai duel, saya sedang di atas sepeda motor," kata Rezki. Ia memudian melihat Evan ambruk dengan darah mengalir dari paha kirinya. Sementara IL melarikan diri.
Ia menduga Evan terkena sabetan senjata tajam. Rezki lantas membawa Evan ke RSU dr Soekardjo Kota Tasikmalaya. Saat itu Evan masih bisa bangun lantas naik ke motor.
• Pelaku Pembunuhan Berencana di Cirebon Pukul Kepala Korban dengan Batu & Tusuk Leher Korban
• ASN Masuk Kerja Selasa, Emil Sapa ASN Supaya Semangat Kerja di Tengah Pandemi Lewat Video Conference
Setiba di RSU, petugas segera membawa Evan ke ruang tindakan IGD. Namun tak lama Evan meninggal diduga terlalu banyak mengeluarkan darah.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Yusuf Ruhiman, mengatakan, pihaknya masih memburu pelaku. "Keterangan saksi kunci menyebut korban berkelahi dengan IL. Kami masih mencarinya," katanya. (*)