Idulfitri 2020

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Keluarga Lebaran di Rumah, Silaturahmi via Online

Di tengah Pandemi Covid-19, perayaan Idulfitri tahun ini tentu akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Editor: Mumu Mujahidin
Channel Youtube Syarif Abdussalam
Si Cinta alias Atalia Prartya Kamil saat mendampingi Gubernur Jabar Ridwan Kamil Menerima rantangan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Youtube 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Perayaan Hari Raya Idulfitri tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena dalam situasi Pandemi Covid-19.

Untuk mencegah penularan dan membatasi ruang gerak SARS-CoV-2, virus penyebab COVID-19, Pemprov Jabar meminta warga merayakan hari kemenangan di rumah masing-masing.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil merekomendasikan sholat Idulfitri dilaksanakan di rumah, bukan di lapangan maupun tempat terbuka lain, mengingat di Jabar tidak ada daerah yang berada di Level 1 atau zona hijau kewaspadaan COVID-19.

Kang Emil pun menyatakan, ia bersama keluarga menjalankan salat Idulfitri dan bersilaturahmi dengan saudara di kampung halaman secara daring di rumah dinas.

“Mari kita ibadah di rumah saja dan melaksanakan ketaatan kita sesuai dengan para ulama dengan fatwa-fatwanya, dan ketaatan kepada arahan pemimpin,” kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (24/5).

Berdasarkan hasil kajian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, 3 daerah berada di level 4 atau zona merah. Artinya, masih ditemukan kasus COVID-19 pada satu klaster atau lebih dengan peningkatan kasus signifikan, sehingga dapat dilakukan pembatasan sosial maksimal atau penuh di daerah tersebut.

Copy Paste! Ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri yang Menyentuh, Cocok untuk Dikirim ke Orangtua

Selamat Lebaran! Download Video Ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1441 H, Kirim Kepada Kerabat

Kemudian, 19 daerah berada di level 3 atau zona kuning, yakni Kabupaten Bandung, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Tasikmalaya, Kota Bandung, Banjar, Bogor, Cirebon, Depok, dan Tasikmalaya.

Artinya, ditemukan kasus COVID-19 pada klaster tunggal, sehingga bisa diterapkan pembatasan sosial parsial di daerah tersebut.

Sedangkan, 5 daerah (Kabupaten Garut, Pangandaran, Sumedang, Bandung Barat, dan Kota Sukabumi) berada zona biru atau ditemukan kasus secara sporadis, baik lokal maupun kasus impor, maka perlu diterapkan physical distancing.

Kang Emil mengatakan, tradisi bersalaman-salaman dan saling mengunjungi keluarga pada Idulfitri tahun ini dapat diganti dengan silahturahmi secara daring, baik melalui video call maupun pesan singkat.

Apalagi, tren penularan COVID-19 di Jabar menurun selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi berlaku.

ZODIAK CINTA, Minggu 24 Mei 2020: Leo Semakin Mesra dengan Pasangan, Virgo Lupakan Masa Lalu

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, Hari Ini: Sebagian Wilayah Jabar Potensi Hujan Lebat Disertai Petir

"Pada Idulfitri tahun ini kita sedang berada dalam situasi sulit yaitu Pandemi Covid-19. Oleh karena itu, mari kita kembali ke hakikat utama Idulfitri, yaitu menjemput hari kemenangan. Hari raya adalah menjemput kemenangan. Kemenanganan dari hawa nafsu, kemenangan dari keburukan-keburukan, kemenangan dari kemudaratan-kemudaratan," katanya.

Di tengah Pandemi Covid-19, perayaan Idulfitri tahun ini tentu akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Umat Islam mesti beradaptasi dan menunda tradisi-tradisi di hari kemenangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved