Pasien di RSUD Cideres Berbohong

Hasil Swab Pasien Berbohong di RSUD Cideres Majalengka Akan Keluar Pekan Depan

Setelah, pasien itu dinyatakan reaktif Rapid tes dalam menjalani pemeriksaan oleh tim medis.

ISTIMEWA
postingan FB terkait pasien yang berbohong 
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Hasil swab atau PCR seorang pasien yang tak jujur di Rumah Sakir Umum Daerah (RSUD) Cideres Majalengka akan keluar pada pekan depan.
Setelah, pasien itu dinyatakan reaktif Rapid tes dalam menjalani pemeriksaan oleh tim medis.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 RSUD Cideres Majalengka, dr Egga Bramasta Akidapi mengatakan pihaknya terpaksa melakukan rapid tes terhadap pasien berjenis kelamin perempuan itu karena dianggap janggal.
Pasalnya, saat masuk ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan beberapa hari lalu, pasien tidak jujur alias berbohong terkait perjalanan riwayatnya.
Ia terindikasi mengalami gejala sesak nafas yang menyerupai gejala Covid-19.
Setelah diperiksa, yang bersangkutan akhirnya mengaku bahwa telah datang dari zona merah, yakni Kota Bandung.
"Dan setelah dilakukan rapid test atau tes cepat untuk mendeteksi dini Covid-19, ternyata hasil pasien itu reaktif. 
Sehingga yang bersangkutan harus diisolasi ke ruangan sesuai dengan Protap Covid-19," ujar dr Egga, Jumat (22/5/2020).
Egga menjelaskan, untuk mengetahui hasil swabnya, pihaknya harus menunggu hingga pekan depan.
Mengingat, yang memeriksakan swab itu banyak.
Hingga, harus antre dengan pasien dari daerah lainnya.
"Kalau misal hasil swab pasien itu positif, baru kita akan melakukan tracing dan isolasi terhadap perawat yang pernah kontak denganya. Kalau negatif berarti kita aman, tidak diperlukan tindak lanjut lainnya," jelas dia.
Sebelumnya, informasi keberadaan pasien yang tidak berkata jujur ke tim medis itu viral di media sosial.
Informasi itu salah satunya diposting oleh akun facebook bernama Rahmat Iskandar di akun pribadinya.
Bahkan, postingan itu menyatakan bahwa seluruh perawat di RSUD Cideres Majalengka diisolasi.

Perawat Bisa Jadi Disolasi

Namun, ia membenarkan jika ada salah satu pasien yang dirawat, tidak berkata jujur terhadap tim medis yang menangani.

Alhasil, pasien tersebut kini telah diisolasi buntut dari pemeriksaan rapid tes, yang bersangkutan reaktif adanya virus di tubuh pasien.

"Informasi perawat atau tenaga medis diisolasi itu tidak benar ya," ujar dr Egga, Jumat (22/5/2020).

Dirinya menjelaskan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan tindakan pengisolasian terhadap seluruh perawat yang secara langsung menangani pasien tidak jujur tersebut.

Namun, setelah hasil swab atau PCR pasien yang bersangkutan telah keluar dengan dinyatakan positif.

"Kami telah mengambil sampel pasien tersebut yang telah dikirim ke Labkesda Jawa Barat, kemungkinan hasilnya keluar pekan depan," ucapnya.

Mengingat, lanjut dr Egga, yang memeriksakan swab itu banyak.

Hingga, harus antre dengan pasien dari daerah lainnya.

"Kalau misal hasil swab pasien itu positif, baru kita akan melakukan tracing dan isolasi terhadap perawat yang pernah kontak dengannya. Kalau negatif berarti kita aman, tidak diperlukan tindak lanjut lainnya," jelas dia.

Sebelumnya, informasi keberadaan pasien yang tidak berkata jujur ke tim medis itu viral di media sosial.

Informasi itu salah satunya diposting oleh akun facebook bernama Rahmat Iskandar di akun pribadinya.

Bahkan, postingan itu menyatakan bahwa seluruh perawat di RSUD Cideres Majalengka diisolasi

Berikut kalimat postingannya.

"Pasen ngabohong soal riwayat penyakitna. Tetela hasil swab positif Corona. Kabeh perawat langsung diisolasi. RS Cideres," ujar Rahmat Iskandar dalam postingannya.

Tidak Ada Tenaga Medis yang Diisolasi
Seorang pasien yang tidak jujur asal Kabupaten Majalengka ternyata pernah berada di zona merah Covid-19, yakni di Kota Bandung.
Demikian disampaikan, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 RSUD Cideres Majalengka, dr Egga Bramasta Akidapi, Jumat (22/5/2020).
Dijelaskan dia, pasien berjenis kelamin perempuan baru berkata jujur setelah tim medis rumah sakit setempat memeriksa kondisi yang bersangkutan.
Awalnya, pasien tersebut hanya dirawat di ruang biasa seperti pasien pada umumnya.
"Termasuk riwayat perjalanan sebelumnya. Hal itu baru terungkap setelah yang bersangkutan diperiksa lebih lanjut oleh dokter rumah sakit setempat, yang menemukan kejanggalan," ujarnya.
Setelah diketahui ada yang janggal, lanjut dr Egga, pihaknya langsung bertindak cepat dengan melakukan pemeriksaan rapid tes.
Hasilnya, pasien dinyatakan reaktif memiliki virus yang terdapat di tubuhnya.
"Sehingga yang bersangkutan harus diisolasi ke ruangan sesuai dengan Protap Covid-19," ucap dia.
Terkait informasi seluruh tim medis yang diisolasi buntut dari pasien yang tidak jujur tersebut, dr Egga menegaskan hal itu tidak benar.
"Informasi perawat atau tenaga medis diisolasi itu tidak benar ya," jelas dr Egga. 
Menurut dia, hasil rapid test pasien ini akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan Swab atau PCR yang kini akan segera diajukan ke Labkesda Provinsi Jawa Barat.
"Kalau misal hasil swab pasien itu positif, baru kita akan melakukan tracing dan isolasi terhadap perawat yang pernah kontak denganya. Kalau negatif berarti kita aman, tidak diperlukan tindak lanjut lainnya," kata pria yang menjabat sebagai Kabid Perawatan dan Pelayanan di RSUD Cideres tersebut.
Viral di Facebook
Seorang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cideres Majalengka dikabarkan berbohong kepada petugas tim medis.
Ia tidak menceritakan tracing perjalanannya sebelum dirinya mengeluh sakit yang mengarah ke gejala Covid-19.
Saat dikonfirmasi, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 RSUD Cideres Majalengka, dr Egga Bramasta Akidapi membenarkan ada seorang pasien yang dirawat tanpa berkata jujur ke tim medis.
Alhasil, setelah dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan ternyata terdeteksi virus reaktif di tubuhnya.
"Ya benar, kami langsung melakukan rapid tes atau tes cepat untuk mendeteksi dini Covid-19, ternyata hasil pasien itu reaktif," ujar dr Egga, Jumat (22/5/2020).
Dirinya menjelaskan, awalnya pasien dirawat di ruang umum atau biasa seperti pasien lainnya.
Namun, ketika diperiksa lebih lanjut oleh dokter rumah sakit, pihaknya menemukan kejanggalan.
"Sehingga yang bersangkutan harus diisolasi ke ruangan sesuai dengan protap Covid-19," ucapnya.
Kini, hasil Rapid tes tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab atau PCR.
Pihaknya langsung mengambil sampel dan segera akan diajukan ke Labkesda Jawa Barat.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera turun, dan hasilnya negatif," jelas dia.
Sebelumnya, informasi keberadaan pasien yang tidak berkata jujur ke tim medis itu viral di media sosial.
Informasi itu salah satunya diposting oleh akun facebook bernama Rahmat Iskandar di akun pribadinya.
Ia menyatakan bahwa ada salah satu pasien di RSUD Cideres Majalengka yang berbohong terkait riwayat penyakitnya.
Berikut kalimat postingannya.
"Pasen ngabohong soal riwayat penyakitna. Tetela hasil swab positif Corona. Kabeh perawat langsung diisolasi. RS Cideres," ujar Rahmat Iskandar dalam postingannya.
 
 
Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved