Ramadhan 2020
Niat Sholat Idulfitri Berjamaah atau Sendiri di Rumah, Begini Tata Cara dan Panduan Khutbahnya
Hanya saja lafadz makmuman dan imaman tak disertakan dalam Niat shalat Idul Fitri sendiri di rumah.
3. Khutbah pertama dimulai dengan takbir sebanyak sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua dimulai dengan takbir tujuh kali.
4. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:
- a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali
- b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
- c. Membaca shalawat nabi Saw., antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
- d. Berwasiat tentang takwa.
- e. Membaca ayat Al-Qur'an
- 5. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:
- a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali
- b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca الحمد لله
- c. Membaca shalawat nabi saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد
- d. Berwasiat tentang takwa.
- e. Mendoakan kaum muslimin
Niat Bayar Zakat serta Besarannya Jika Bayar Pakai Beras, dan Orang yang Berhak Menerima Zakat
V. Ketentuan Sholat Idulfitri Di Rumah
1. Sholat Idulfitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri.
2. Jika sholat Idulfitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:
- a. Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.
- b. Kaifiat shalatnya mengikuti ketentuan angka III ( Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah) dalam fatwa ini.
- c. Usai shalat Id, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan angka IV dalam fatwa ini.
- d. Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat idul fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.
3. Jika shalat Idul fitri dilaksanakan secara sendiri ( munfarid), maka ketentuannya sebagai berikut:
- a. Berniat niat shalat idul fitri secara sendiri.
- b. Dilaksanakan dengan bacaan pelan ( sirr).
- c. Tata cara pelaksanaannya mengacu pada angka III ( Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri Berjamaah) dalam fatwa ini.
- d. Tidak ada khutbah.
VI. Panduan Takbir Idulfitri
1. Setiap muslim dalam kondisi apapun disunnahkan untuk menghidupkan malam idul fitri dengan takbir, tahmid, tahlil menyeru keagungan Allah SWT.
2. Waktu pelaksanaan takbir mulai dari tenggelamnya matahari di akhir ramadhan hingga jelang dilaksanakannya shalat Idul Fitri.
3. Disunnahkan membaca takbir di rumah, di masjid, di pasar, di kendaraan, di jalan, di rumah sakit, di kantor, dan di tempat-tempat umum sebagai syiar keagamaan.
4. Pelaksanaan takbir bisa dilaksanakan sendiri atau bersama-sama, dengan cara jahr (suara keras) atau sirr (pelan).
5. Dalam situasi pandemi yang belum terkendali, takbir bisa dilaksakan di rumah, di masjid oleh pengurus takmir, di jalan oleh petugas atau jamaah secara terbatas, dan juga melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya.
6. Umat Islam, pemerintah, dan masyarakat perlu menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil saat malam idul Fitri sebagai tanda syukur sekaligus doa agar wabah COVID-19 segera diangkat oleh Allah SWT.
VII. Amaliah Sunnah Idul Fitri
Pada hari Idul Fitri disunnahkan beberapa amaliah sebagai berikut ini :