Ketua DPRD Garut Tolak Ikut Rapid Test, Ternyata Ini Alasannya, Wakil Bupati Pun Mengakuinya
Alat rapid test yang dipakai saat ini, dituding Euis banyak bermasalah. Akibatnya menimbulkan keresahan di masyarakat.
"Yang tadinya reaktif, setelah dicek dengan merek lain nonraektif," ucap Maskut.
Namun bukan berarti kesalahan tersebut, karena kesalahan merk alat rapid test. Sebab dalam pemeriksaan anti bodi ini, ada alat yang sangat sensitif terhadap virus-virus yang lain.
"Jadi kalau Reaktif itu bisa saja karena pernah ada demam berdarahnya, atau ada flunya. Jadi data yang ada kira-kira 50 persen lah tingkat akurasinya. Jadi yang reaktif atau nonreaktif, masih belum pastibmana yang benar. Makanya harus tunggu hasil swabnya," ujarnya
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Garut menggunakan dua merk rapid test. Pihaknya membeli alat berdasarkan rekomendasi dari Gugus Tugas Nasional.
"Kira-kira ada 20 yang masuk rekomendasi. Masalahnya, Viva Diag ini termasuk direkomendasikan, jadi ini artinya kita tidak bisa mengatakan ini benar, ini yang salah," ucapnya. (firman wijaksana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/hipmi-cirebon-jalani-rapid-test.jpg)