Geng Motor Berkeliaran di Majalengka

22 Anggota Geng Motor di Majalengka Disikat Polisi, 18 Laki-laki, Ada 4 Perempuan

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin mengatakan, dari 22 orang anak muda. . .

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Sebanyak 22 anak muda yang meresahkan warga dihadiri pada gelaran konferensi pers Satreskrim Polres Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Satreskrim Polres Majalengka berhasil menggiring 22 orang anak muda yang diduga geng motor ke Mapolres Majalengka, Minggu (10/5/2020).

//

Mereka berhasil diamankan di Desa Bojongcideres, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka karena sedang berkumpul dan berkerumun.

Yang mana, ditakutkan akan meresahkan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dan sedang program Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Majalengka.

Kapolres Majalengka, AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim, AKP M Wafdan Muttaqin mengatakan, dari 22 orang anak muda tersebut 4 di antaranya merupakan perempuan.

Yang mana, keempat perempuan itu sangat tidak pantas saat malam hari masih berada di rumah dengan berkerumun dengan belasan anak muda lainnya.

"Ya, empat di antaranya perempuan, ini miris ya, di saat pandemi dan PSBB masih ada yang berkerumun dan parahnya ada perempuannya," ujar AKBP Bismo saat konferensi pers, Senin (11/5/2020).

Kapolres menjelaskan, mereka diamankan setelah ada sejumlah warga dari desa setempat yang melaporkan adanya para anak muda yang sedang bergerombol.

Tidak berselang lama, anggota Polsek Dawuan yang dibantu oeh Muspika anggota Koramil Dawuan, Pemdes setempat dan warga Desa Bojongcideres mengamankan 22 anak muda tersebut.

"Jadi rinciannya, 18 berjenis kelamin laki-laki, 4 perempuan. Mereka ada yang mengikuti geng motor yang ditakutkan meresahkan masyarakat," ucapnya.

Kapolres menambahkan, pada yang bersangkutan mereka digiring ke Polres Majalengka untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Viral Oknum PNS Selingkuh dengan Bos BUMD hingga Melahirkan, Begini Nasibnya Sekarang

Sehingga, ke-22 anak muda itu dapat diberikan efek jera agar tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Saat ini kami sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah Covid-19. Kami tak segan-segan mengambil langkah tegas bagi masyarakat yang melanggar imbauan pemerintah. Khususnya untuk tidak berkumpul dan membuat keramaian," jelas dia.

"Ini sebagai langkah awal penindakan, kita lakukan pendataan, kita panggil orang tuanya, kita panggil kepala desanya. Namun, jika ke depan kedapatan berkerumun lagi dengan orang yang sama, kita akan jerat pasal Kekarantinaan kesehatan, yakni UU nomor 6 tahun 2015 pasal 93," kata mantan Kapolres Ciamis tersebut.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved