Kecelakaan di Jalur Ciamis Kuningan
Soal Tikungan Maut di Jalur Kuningan-Ciamis, Dishub Lakukan Kajian Untuk Dilaporkan ke Pemprov Jabar
Dinas Perhubungan Kuningan akan melakukan kajian terkait tikungan maut berada di Jalur Kuningan–Ciamis.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Dinas Perhubungan Kuningan akan melakukan kajian terkait tikungan maut berada di Jalur Kuningan–Ciamis.
Demikian hal itu dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kuningan, Jaka Chaerul saat dikonfrimasi tadi, Minggu (10/5/2020).
• VIDEO - PDIP Akan Tebar Ribuan Paket Sembako Secara Serentak di Jabar untuk Warga Terdampak Covid-19
Menurutnya, tindakan kajian lingkungan sepanjang Jalur Kuningan--Ciamis tersebut akan menjadi bahan laporan untuk Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.
“Sebab jalan itu merupakan tanggungjawab pemeliharaan dan perawatan berada di wilayah provinsi,” katanya.
Termasuk, kata Jaka, untuk mengetahui perlengkapan rambu lalu lintas.
“Baik untuk dibuatkan gardil atau pembatas di sepanjang pinggir jalan tersebut,” ujarnya.
Mengingat pemasangan gardil atau pembatas lainnya, kata Jaka, Dishub Kabupaten telah melakukan pemasangan di sejumlah titik tertentu.
“Iya pemasangan gardil itu biasa dipasang di sepanjang pinggir jalan yang kanan kirinya jurang,” ujarnya.
Dishub Kuningan, lanjut Jaka, selama ini terus melakukan pengawasan terhadap sejumlah ruas jalan kabupaten.
“Terutama dalam penambahan atau perbaikan PJU yang kurang maksimal berfungsi,” katanya.
Mengenai lokasi Jalur Kuningan–Ciamis sebelum terminal Kadugede itu menjadi prioritas untuk pemasangan PJU (Penarangan Jalan Umum).
“Mungkin nanti masuk di perubahan (APBD 2 Kuningan, red) kita bisa pasang PJU di kawasan tersebut,” ujarnya.
Detik-detik mobil tabrak pohon
Kepala Desa / Kecamatan Kadugede Kuningan, Dadang Suganda menceritakan detik-detik terjadinya kecelakaan mobil pick up menabrak pohon di Jalur Kuningan-Ciamis, Minggu (10/5/2020).
Akibat kejadian itu, satu penumpang meninggal dunia dan sopir mengalami luka berat
Dadang menceritakan, saat kejadian sekitar waktu sahur tadi itu terdengar suara keras.
• Liga 1 Dihentikan Sementara, Supardi Nasir Manfaatkan Waktu untuk Berkumpul dengan Keluarga
Tidak lama dari suara dentuman tadi, lanjut Dadang menjelaskan, warga langsung keluar rumah dan berdatangan ke tempat kecelakaan tersebebut.
“Tadi banyak warga ingin tahu dan melihat kondisi mobil tabrak pohon,”katanya.
Menurut cerita warga, Dadang mengulas, kendaraan pengangkut bawang merah datang dari arah timur melaju cukup cepat.
“Ketika masuk tikungan, mungkin sulit dikendalikan dan akhirnya menabrak pohon depan sekolah MTs,” ungkap Dadang.
• Update Corona di Indonesia 10 Mei 2020, 387 Kasus Baru, Total Pasien Positif 14.032, Sembuh 2.698
Dadang mengatakan, kecelakan maut seperti ini memang beberapa tahun sebelumnya kerap terjadi.
“Akibat jalan gelap dan jalur pas tikungan tertutup bangunan, sehingga sulit melihat lawan arah saat menikung,” katanya.
Saat di lokasi kejadian, Dadang menjelaskan, penumpang terlihat berlumuran darah akibat benturan dan himpitan yang terjadi sebelumnya.
“Tadi korban juga tertimbun bawang merah,” ujarnya.
Kemudian melihat pengemudi, lanjut dia, sepertinya tidak bisa gerak atau menggeserkan badan.
“Karena posisi kaki itu tidak ada ruang gerak. Ya terjepit saja bagaimana,” ujarnya.
Dadang mengatakan, untuk barang muatan bawang merah, tidak ada warga yang mengambil bawang merah tersebut.
“Kini bawang dan kendaraan itu sudah di amankan di polsek Kadugede,” ungkapnya.
Minim rambu lalu lintas
Tikungan persis di Jalur kuningan – Ciamis tidak jauh dari lokasi kecelakaan tunggal mobil pick up yang menabrak pohon minim rambu lalu lintas.
Hal tersebut dikatakan Kepala Desa / Kecamatan Kadugede Dadang Suganda, Minggu (10/5/2020).
Untuk rambu lalu lintas, kata Dadang, pernah diajukan ketika tahun 2016 lalu.
• Minum Bubble Tea Saat Buka Puasa Memang Enak, Jika Terlalu Sering Bisa Kena Penyakit Mematikan Ini
Sebab, ada sejumlah jalur yang berada di kawasan ini yang harus diperhatikan bagi keselamatan pengendara dan warga sekitar.
Dua titik yang pernah diajukan, kata Dadang, jika di realisasi itu akan dipasang di kawasan tikungan.
“Ya tidak jauh dari titik lokasi kecelakaan dan satunya di arah tikungan yang lurusnya ke Daerah Ciketak,” katanya.
• Jawaban Soal Operasi Hitung Bilangan Pecahan SD Kelas 4-6 Belajar dari Rumah TVRI, Senin 11 Mei 2020
Dadang menceritakan, kecelakaan maut seperti ini baru terjadi lagi.
Sebab selama lima tahun kebelakang atau saat menjabat sebagai kades, dirinya baru mendengar lagi soal kecelakaan.
“Saya baru dengar informasi dan ada kecelakaan maut seperti ini,” ungkapnya.
• VIDEO - Kota Sukabumi Dilanda Banjir Minggu Sore, Pukuhan Rumah di 3 Kecamatan Terendam
Dadang berharap, Jalur Kuningan – Ciamis ini bisa dipasang gardil atau pembatas di setiap tikungan.
“Selain itu untuk penerangan jalan umum perlu dipertambah. Utama setelah tikungan ke arah terminal Kadugede,” ujar Dadang.
Sebab, untuk jalur sepanjang Masjid Kadugede hingga sebelum tikungan yang kini sudah terang alias tidak gelap seperti dulu.
“Jadi bisa di bayangkan mungkin, ketika dari terang masuk ke gelap gimana? Nah ini bawa kendaraan yang gak tentu kecepatan berapa pengemudi bawa kendaraan,” katanya.
Kecelakaan mobil pick up nabrak pohon viral
Kecelakaan maut yang terjadi di Jalur Kuningan – Ciamis langsung viral di media sosial.
“Tadi pas makan sahur saya liat pemberitahuan di facebook menerima info kecelakaan,” kata Dadus salah seorang pedagang yang biasa mangkal di jalur tersebut, Minggu (10/5/20200).
• VIDEO Warga Terdampak Covid-19 di Indramayu Terima Bantuan Sosial Tunai Senilai Rp 600 Ribu
Dadus mengatakan, Jalur Kuningan – Ciamis persis di lokasi kejadian tersebut merupakan tikungan yang sulit mengetahui arah lawan.
Setiap engendera yang melewati tikungan tersebut, tentu harus berhati – hati.
“Sekarang bayangkan saja, jalur sebelum tikungan dari timur sangat lurus. Namun, ketika melewati tikungan sekira 90 derajat, tentu harus kontrol,” kata dia.
• Suhardi Alius, Sosok Jenderal yang Selalu Antar Ibunya Sholat Subuh di Masjid Selama Puluhan Tahun
Hal serupa dikatakan Asep Budi Hartono (Abuhar) mengatakan, kecelakaan maut di Kadugede tentu menjadi perhatian semua.
“Tadi teman saya membagikan foto kecelakaan pas usai makan sahur,” ujarnya.
Mobil Pick Up Tabrak Pohon, Satu penumpang meninggal
Akibat menambrak pohon di Jalur Ciamis – Kuningan, seorang penumpangan mobil pick up Merk Suzuki T120SS dengan Nopol E-8969-VM meninggal dunia.
“Betul penumpang meninggal di lokasi kejadian,” ungkap Kasat Lantas Polres Kuningan AKP Rizy Syawaludin Akbar mewakili Kapolres Kuningan AKBP Lukman Syafri Dandel Malik saat memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu(10/05/2020).
• Penderita Asam Urat Harus Patuhi Pantangan-pantangan Ini, Salah Satunya Hindari Makanan Tinggi Purin
Diketahui sebelumnya bahwa kendaraan mobil pick up yang menabarak pohon mengalami rusak parah.
”Bawa muatan bawang merah,”ujarnya.
Rizky mengatakan, peristiwa itu merupakan kecelakaan tunggal dan bagian depan mobil tersebut hancur.
• Sahkah Sholat Tahajud Setelah Sholat Witir? Inilah Penjelasannya
”Kejadian di Jalan Raya Desa Kadugede, sekitar pukul 05.00 pagi,” ujarnya.
Dia mengatakan, awal kejadian bahwa mobil yang kemudikan oleh Beni Adiyanto (29) warga Blok Srimulya Rt 02 Rw 07 Desa Cisoka Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka melaju dari arah Kadugede menuju Nusaherang (dari arah timur menuju Barat).
“Ketika masuk jalan yang menikung ke kiri tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya sehingga oleng ke kanan dan menabrak pohon,” ungkap Rizky berdasarkan saksi di lokasi kejadian.
Untuk penumpang yang meninggal dunia, atas nama Mamat Rohmat berusia (36), warga Desa Cisoka Kecamatan Cikijing, Kabupaten Kuningan.
• Peringatan Dini BMKG, Senin 11 Mei 2020, Waspada Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia
• Kesal Ditinggal Nikah Mantan Pacarnya, Wanita Ini Nekat Datang ke Pernikahan dan Ngaku Dihamili
“Namun untuk pengemudi mengalami luka berat dan langsung di bawa ke rumah sakit," ungkapnya.
Dia mengatakan, korban yang mengalami luka berat dibawa ke RSUD 45 Kuningan untuk menjalani perawatan.
“Iya, sopir sedang menjalani perawatan, nanti kami akan lakukan penyelidikan,” katanya.
Sementara korban yang diketahui meninggal dunia itu disebakan karena organ bagian atas pecah.
”Persis di depan muka, kepala penumpang pecah, karena benturan keras,”ungkap Wawan sekaligus Petugas di kamar jenazah RSUD 45 Kuningan.
Kemudian mengenai hasil visum, kata Wawan, korban mengalami patah tulang dada dan luka terbuka di kedua kakinya.
“Dari telinga juga mengeluarkan darah akibat gendang telinga pecah,” ungkanya. (*)