Breaking News:

PSBB Jabar di Indramayu

PSBB Hari Kedua di Indramayu Jalanan Masih Ramai, Belum Ada Penyekatan Moda Transportasi

Jalanan semakin ramai saat memasuki sore hari, dimana banyak masyarakat yang mencari menu berbuka puasa dan ngebuburit.

handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Penggendara saat melintasi Jalan Yos Sudarsona Indramayu, Kamis (7/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Mobilitas masyarakat Kabupaten Indramayu pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada hari kedua masih tinggi, Kamis (7/5/2020).

Menurut pantauan Tribuncirebon.com, tingkat volume kendaraan tidak ada perbedaan dibanding hari kemarin dan hari-hari sebelum PSBB dilaksanakan di Kabupaten Indramayu.

Seperti di Jalan Yos Sudarso, Jalan Jendral Sudirman, Jalan DI Panjaitan, dan jalan-jalan protokol pusat kota lainnya yang masih banyak dilintasi pengguna jalan.

Jalanan semakin ramai saat memasuki sore hari, dimana banyak masyarakat yang mencari menu berbuka puasa dan ngebuburit.

Selain tingkat volume kendaraan yang masih tinggi, kepedulian masyarakat terkait protokol kesehatan juga masih kurang.

Masih banyak pengguna sepeda motor yang tidak mengenakan masker dan berboncengan, khususnya para muda-mudi.

Selain itu, masih terlihat juga kendaraan roda empat yang mengangkut penumpang lebih dari 50 persen dari kapasitas kendaraan.

UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia, Kamis 7 Mei 2020: Bertambah 338 Kasus Baru, Total 12.776 Kasus

Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir Dilengkapi Doa Kamilin Lengkap dengan Artinya

Seorang warga Kelurahan Lemahmekar, Hafiz Hasbi (22) saat ditemui Tribuncirebon.com di kawasan Sport Center Indramayu mengaku, pelaksanaan PSBB di Kabupaten Indramayu seolah tidak ada pengetatan yang berarti walau sudah memasuki hari kedua.

"Ini lagi beli takjil, tahu sih ada PSBB tapi gak tahu dari tadi gak liat ada petugas keamanan yang ngejaga," ujar dia.

Padahal sebelumnya, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, pemerintah daerah sudah membuat regulasi guna memnatasi aktivitas masyarakat selama PSBB berlangsung.

Enam aktivitas masyarakat itu, yakni pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan institusi pendidikan lainnya, aktivitas bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan di rumah ibadah.

Kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial dan budaya, pergerakan orang dan barang menggunakan moda transportasi.

Malam Nuzulul Quran Jatuh Pada 17 Ramadhan, Sabtu 9 Mei 2020, Inilah Amalan dan Doanya

Sinopsis Petualangan Oki dan Nirmala, Materi Belajar dari Rumah TVRI Kelas 1-3 SD Kamis 7 Mai 2020

Dalam hal ini, Deden Bonni Koswara meminta masyarakat bisa mematuhi peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah guna mempercepat pemutusan rantai Covid-19.

"Ini kami lakukan dan kami sampaikan kepada masyarakat apapun yang kami lakukan memerlukan dukungan dan komitmen dari seluruh masyarakat," ujarnya.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved