Breaking News:

Anggota Sindikat Ini Pasangi Alat Penyalin Data di Mesin ATM untuk Kuras Saldo Korban, Ini Modusnya

Tiga anggota sindikat pembobol kartu anjungan tunai mandiri (ATM) menggunakan metode skimming, waspada

tribunnews.com
Ilustrasi uang 

TRIBUNCIREBON.COM- Tiga anggota sindikat pembobol kartu anjungan tunai mandiri (ATM) menggunakan metode skimming dibekuk Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Senin (4/5/2020).

Dua orang di antaranya merupakan warga Kabupaten Malang, Jatim, berinisial RY (34) dan DM (32) dan satu orang, berinisial PS (31) berasal dari Kabupaten Bekasi, Jabar.

Skimming adalah pencurian informasi atau data di kartu kredit atau debit. Dengan menyalin data pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal.

Sindikat pembobol ATM metode skimming ini beraksi secara berjejaring sejak Desember 2019.

Cara mereka melakukan skimming, yakni memanfaat sebuah hardware khusus yang dipasang di dalam bibir lobang ATM berbentuk pipih.

Mereka memilih sebuah lokasi mesin ATM yang letaknya terbilang jauh dari pantauan masyarakat.

Tak main-main, hardware skimming tersebut diperoleh sindikat tersebut dari jaringan khusus atau pasar gelap yang berada di luar negeri.

"Tapi kejadian yg dialami oleh korban ini sekitar bulan Maret, alat skimming itu dipasang di salah satu mesin ATM dari jam 09.00 WIB-02.00," ujar Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Catur Cahyono Wibowo di Mapolda Jatim.

Lalu cara mereka mereguk keuntungan dari modus kejahatan itu. Catur menerangkan, data ATM yang telah disalin oleh pelaku menggunakan perangkat keras skimming tersebut akan dipindah ke dalam kartu ATM lainnya.

Kemudian, melalui ATM yang berfungsi sebagai tandon penampungan saldo itu, para pelaku mulai melakukan penarikan menguras isi saldo korbannya.

Halaman
12
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved