Virus Corona di Indramayu
5 Kecamatan di Indramayu Ini Bisa Jadi Pusat Penyebaran Covid-19, Masyarakat Diminta Waspada
Namun, yang berbahaya adalah potensi dari orang yang menjadi carrier ini untuk menularakannya kepada orang lain sangat tinggi.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu rupanya sudah menyebar tidak hanya pada satu wilayah saja.
Hal tersebut terlihat berdasarkan peta penyebaran pasien positif Covid-19 yang menyebar di lima kecamatan berbeda.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, hingga saat ini diketahui sudah ada sebanyak 5 pasien di Kabupaten Indramayu yang terinfeksi virus corona.
"Lima pasien itu berasal dari Kecamatan Sukra, Kecamatan Indramayu, Kecamatan Gabuswetan, Kecamatan Balongan, dan Kecamatan Karangampel," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (1/5/2020).
Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu pun sudah berusaha untuk melakukan tracing dan tracking dari setiap pasien untuk memutus penyebaran Covid-19.
Masyarakat yang terlacak pernah berkontak erat dengan pasien pun segara dilakukan tindakan seperti Rapid Test, isolasi mandiri, hingga mengujian tes swab tenggorokan.
Kendati demikian, pantauan Tribuncirebon.com di beberapa kecamatan itu rupanya belum menjadi perhatian serius dari masyarakat setempat. Padahal lima kecamatan itu bisa menjadi daerah rawan penyebaran Covid-19.
Terlihat, masih banyak kerumunan massa terutama menjelang berbuka puasa pada sore hari.
• Nadia Silva, Gadis Cantik Asal Sukabumi Ini Dapat Gelar Dokter di Usia 18 Tahun, Ini Kisahnya
• Minimarket di Antapani Kota Bandung Kembali Buka, 9 Karyawan dan Petugas Parkir Negatif Covid-19
• Gubernur Jabar Ridwan Kamil: Jutaan Data KK Ternyata Ngaco, Bantuan Belum Datang Karena Masalah Data
Tidak jarang pula kendaraan baik roda dua maupun roda empat terus hilir mudik hingga menimbulkan kemacetan.
Deden Bonni Koswara menyampaikan, belum lagi adanya orang yang menjadi carrier atau pembawa virus di tengah masyarakat
Orang yang menjadi carrier ini biasanya merupakan orang tanpa gejala akan tetapi ia membawa virus. Karena kekebalan tubuhnya baik, virus corona belum atau tidak terjangkit pada orang tersebut.
Namun, yang berbahaya adalah potensi dari orang yang menjadi carrier ini untuk menularakannya kepada orang lain sangat tinggi.
Contohnya seperti beberapa kasus terkonfirmasi positif virus corona di Kabupaten Indramayu yang mayoritas disebabkan oleh pemudik.
Seperti pasien positif karena baru pulang dari luar kota dan pasien positif karena tertular dari keluarganya yang baru pulang dari luar kota walaupun kondisi keluargannya itu sehat.
Oleh karena itu, Deden Bonni Koswara meminta kepada masyarakat untuk bisa menjaga kesehatan dan terus meningkatkan kewaspadaan.
Ia juga meminta masyarakat untuk mematuhi kebijakan yang sudah dibuat pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah.
"Lakukan anjuran pemerintah untuk social/physical distancing dengan disiplin, tidak keluar rumah jika tidak ada hal penting, memakai masker dan cuci tangan pakai sabun," ujar dia.
Parsial Atau Penuh
Pemerintah Kabupaten Indramayu belum memutuskan akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara full atau PSBB secara parsial.
//
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan dari Plt Bupati Indramayu maupun pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Akan dibahas rinci hari Senin mas, menunggu keputusan pimpinan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (1/5/2020).
Meski demikian, menurut Deden Bonni Koswara, penerapan PSBB di Kabupaten Indramayu memang sebaiknya dilakukan secara full atau menyeluruh di 31 Kecamatan.
Mengingat dari penyebaran pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang berjumlah 5 orang itu tersebar pula di sebanyak 5 kecamatan berbeda.
Yakni, Kecamatan Sukra, Kecamatan Indramayu, Kecamatan Gabuswetan, Kecamatan Balongan, dan Kecamatan Karangampel.
Belum lagi daerah geografis Kabupaten Indramayu yang dilintasi Jalur Pantura membuat daerah setempat menjadi daerah tujuan pemudik sekaligus daerah yang dilintasi oleh para pemudik.
Kondisi tersebut yang membuat potensi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Indramayu bisa saja menjadi besar.
Kendati demikian, keputusan penerapan PSBB itu, disebutkan Deden Bonni Koswara harus dikaji matang-matang dan akan dirumuskan dalam rapat pada hari Senin (4/5/2020) mendatang.
"Sebenarnya PSBB parsial itu saya cari tahu bagaimana tidak ada di Permenkes Nomor 9 Tahun 2020," ujar dia.
"Tapi Pak Ridwan Kamil menjelaskan penerapan PSBB dibedakan pada kecamatan padat dan tidak padat, kecamatan yang dilalui oleh pemudik dan tidak, kecamatan yang banyak terkena (terjangkit Covid-19) atau tidak, dari 5 yang positif di Indramayu saja kan kecamatannya sudah beda-beda," lanjut Deden Bonni Koswara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/virus-yang-menyebabkan-covid-1-virus-corona.jpg)