Virus Corona Mewabah

5.237 Paket Bantuan dari Pemprov Jabar Sudah Disalurkan, Kalau Data Keliru, Bantuan Dikembalikan

Pemprov Jabar terus menggenjot penyaluran bantuan sosial tunai dan nontunai pada Keluarga Rumah T

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Humas Pemprov Jabar/Yogi Prayoga
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyerahkan bantuan sembako untuk dibawa oleh Ojol pada hari pertama PSBB di Kota Bogor, Rabu (15/4/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Pemprov Jabar terus menggenjot penyaluran bantuan sosial tunai dan nontunai pada Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS), mengingat kebutuhan warga terhadap kebutuhan pokok sudah mendesak.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Mohamad Arifin Soedjayana mengatakan bantuan sosial senilai Rp 500.000 tersebut saat ini penyalurannya masih difokuskan di 10 daerah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Per 21 April, sekitar 5.237 paket bantuan sudah berhasil disalurkan di 10 wilayah PSBB Bodebek dan Bandung Raya,” katanya di Bandung, Selasa (21/4/2020).

Arifin mengatakan penyaluran bantuan berupa uang tunai Rp 150.000 dan kebutuhan pangan senilai Rp 350.000 ini ditargetkan bisa mencapai 264.085 paket pada bulan ini.

 Oded Ucapkan Terima Kasih, P4TK IPA dan P4TK TK-PLB Jadi Rumah Singgah Tenaga Medis

Dibantu PT Pos Indonesia yang bekerjasama dengan ojek online dan ojek pangkalan, hasil monitoring pihaknya menunjukan proses penyerahan bantuan berjalan cukup baik.

“Ada riak-riak soal bantuan, tapi tidak akan menghentikan proses penyaluran yang sejauh ini sudah berjalan baik. Pelibatan ojek online dan ojek pangkalan sangat membantu penyerahan bantuan pada KRTS sasaran,” katanya.

Dari 5.237 paket bantuan yang sudah diserahkan, pihaknya mencatat ada 371 paket yang kembali ke PT Pos karena alamat KRTS tidak sesuai dengan data.

Menurutnya proses penyaluran disertai proses pelaporan yang ketat dimana kurir baik ojek online, opang maupun petugas Pos harus menyerahkan langsung pada penerima.

“Si penerima menunjukan KTP, sesuai alamat, sesuai data. Pihak kurir lalu mengambil foto penerima untuk dilaporkan lewat aplikasi yang sudah disiapkan. Yang retur itu biasanya karena ketidaklengkapan data bisa nama jalan, RT, RW-nya keliru. Sejauh ini rata-rata sesuai by name by address,” tutur Arifin.

 Gubernur Akan Keluarkan Surat Edaran Pengalihan Ibadah dari Masjid ke Rumah di Bulan Ramadan

Arifin mengatakan urusan penerima bantuan saat ini datanya masih terus diperbarui. Menurutnya sambil menunggu data dari daerah yang diusulkan oleh RT/RW dan ditandatangani surat tanggung jawab mutlak dari Kepala Dinas Sosial masing-masing daerah, proses penyaluran tidak akan berhenti.

Penyaluran bantuan yang sedang berjalan di kawasan Bodebek dan Bandung Raya sejatinya memang sudah dinantikan warga yang perekonomiannya terdampak Covid-19.

Yayan Sopian, penerima bansos di Kota Bandung merasa bahagia bantuan dari Pemprov Jawa Barat datang saat keluarganya sudah membutuhkan.

Pihaknya memuji upaya Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Bandung yang dengan cepat mendata penerima bantuan dan menyalurkan bantuan sebelum PSBB dijalankan.

“Ucapan terima kasih saya pada Pak Gubernur dan Wali Kota Bandung atas bantuannya,” katanya.

Pengemudi ojek online selama ini mendapat banyak kritik sejumlah pihak karena dianggap diistimewakan dalam kondisi pencegahan Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved