Virus Corona Mewabah
BEGINI Reaksi Ridwan Kamil Soal Bocah yang Sumbang Tabungan Buat Beli APD
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membuat postingan yang mencuri perhatian di akun media sosial Instagram.
Setelah dihitung, total uang koin itu berjumlah Rp 453.300.
"Dari pecahan Rp 100, berjumlah Rp 1100, pecahan Rp 200, berjumlah Rp 2200, dari pecahan Rp 500 berjumlah Rp 135000, dari pecahan Rp 1000 berjumlah Rp 315000, jadi jumlah seluruhnya Rp 453. 300," kata Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Sudrajat.
Kapolsek Dayeuhkolot pun salut atas ketulusan bocah SD tersebut.
"Patut dibanggakan, menjadi contoh yang lain. Saya lihat keberadaan orang tuanya juga bisa dibilang pas-pasan, tapi anak antusias luar biasa," katanya.
Ia mengaku, awalnya heran, bahkan kaget karena kedatangan anak kecil yang didampingi seorang ibu.
Namun, ia pun mengerti setelah mendengar jawaban soal kepedulian Hafidh untuk membantu membeli APD.
"Heran dan kaget, tiba-tiba kedatangan anak kecil bersama ibunya, datang ke Polsek, setelah ditanya ingin membantu mendapatkan APD. Kasian para penolong, untuk melindungi dirinya agar tidak terjangkit virus corona," ujarnya.

Informasi soal kedatangan Hafidh yang menyumbangkan tabungan untuk membantu membeli APD pun diunggah pihak kepolisian di media sosial.
Di akun Instagram Polsek Dayeuhkolot, disebutkan bahwa Hafidh membawa kaleng biskuit yang isinya terdiri dari pecahan uang koin.
"Anak kecil bernama Moch. Hafidh (9 tahun) yang duduk di kelas 3 SDN Pasigaran 3 Dayeuhkolot
meminta ibunya Rikoh Rotikoh untuk mengantar ke Polsek Dayeuhkolot Polresta Bandung menemui Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Sudrajat
dengan membawa kaleng Biskuit yang berisikan pecahan uang koin untuk disalurkan membantu membeli APD (Alat Pelindung Diri). Kamis (16/04/2020).
Berawal ketika Moch.Hafidh (9 tahun) diliburkan sekolah dikarenakan Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang terus mewabah di Indonesia
dan melihat pemberitaan di Televisi bahwa langka dan mahalnya masker beserta APD (Alat Pelindung Diri)
untuk pencegahan penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang dibutuhkan para tenaga medis saat ini.