Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Satpam Nekat Mudik Padahal sedang Ada Virus Corona, Warga Satu Kampung Mau Tak Mau Jalani Rapid Test

Adapun satpam yang bekerja di Semarang ini nekat pulang kampung karena ingin menghadiri 40 hari meninggalnya sang ibu.

Institut Kesehatan Nasional / AFP
Gambar ini diperoleh 12 Maret 2020, milik National Institutes of Health (NIH) / NIAD-RML menunjukkan gambar mikroskop elektron transmisi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS, karena partikel virus (benda bulat emas) muncul dari permukaan sel yang dikultur di lab, paku di tepi luar partikel virus memberi coronavirus nama mereka, seperti mahkota. 

TRIBUNCIREBON.COM, GROBOGAN - Tindakan gegabah seorang satpam membuat warga satu kampung kerepotan.

//

Adapun satpam yang bekerja di Semarang ini nekat pulang kampung karena ingin menghadiri 40 hari meninggalnya sang ibu.

Satpam di Rumah Sakit dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah itu sebenarnya diharuskan menjalani isolasi mandiri.

Namun, dia malah mudik ke kampung halamannya.

Tak cuma menghadiri tahlilan, dia juga malah bermain voli bersama di kampungnya.

Belakangan, hasil swab test keluar dan dia dinyatakan positif Covid-19.

Berikut berita selengkapnya.

Seharusnya melakukan isolasi mandiri, seorang satpam asal Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah justru berkontak dengan banyak orang.

Ia menghadiri acara tahlilan 40 hari meninggalnya ibunya dan main voli pria bersama warga kampung. 

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved