832 Orang di Jabar Terindikasi Positif Covid-19 Berdasarkan Hasil Rapid Test

Terdapat 832 orang di antaranya yang terindikasi positif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test

(Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus corona. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Dari sekitar 70 ribu rapid tes yang dilakukan kepada warga berisiko terpapar Covid-19 di Jawa Barat, terdapat 832 orang di antaranya yang terindikasi positif Covid-19.

Mereka pun masih mengantre menjalani tes swab atau PCR untuk mengakuratkan hasilnya.

PSBB Bandung Raya Akan Diajukan Rabu Depan, Begini Tanggapan Gubernur Jabar Ridwan Kamil

"Dari 70 ribu itu dibagikan ke dalam dua cara, kepada bupati atau walikota dan kepada rumah sakit, institusi kenegaraan TNI Polri, dan lain sebagainya. Yang positif menurut rapid test itu ada 832 ya."

"Dari 832, prosedur berikutnya per hari ini lagi ngantre tes swab," kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (12/4).

Melalui tes swab tersebut, kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini, akan diketahui berapa persen dari 832 yang positif berdasarkan hasil rapid tes ini, juga dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes swab.

Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Sembuh dari Covid-19, Ungkap Pesan Ini

"Kalau ternyata 100 persen, ya itulah nanti kita laporkan ke pusat. Kan ada juga yang mengatakan rapid test akurasinya terbatas. Kita buktikan di Jawa Barat seperti apa," tuturnya.

Emil mengatakan, tes masif dimanfaatkan sebagai metode pelacakan persebaran virus.

Tes masif melalui rapid test ini akan terus dilakukan sampai target 100.000 tes tahap berikutnya, sampai total target 300.000 tes.

Pemeriksaan rapid test dilakukan selama ini kepada klaster Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat di Karawang, seminar keagamaan Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Kabupaten Bandung Barat, serta Persidangan Sinode Tahunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) dan Seminar Bisnis Syariah di Bogor.

5 Fakta Kakek Kamsiah yang Tenggelam di Sungai Cimanuk Indramayu Hingga Akhirnya Ditemukan

Tes pun dilakukan kepada Sekolah Pembentukan Perwira Kepolisian RI (Setukpa) di Sukabumi, Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (SECAPAAD) Kota Bandung, Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal (Pusdikajen) Kodiklat TNI AD, juga Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Sumedang.

Rapid tes juga tengah difokuskan kepada lembaga pendidikan berasrama lainnya, termasuk pondok pesantren dan kalangan tokoh agama seperti kiai dan ulama. Juga kepada warga lain yang berisiko terpapar Covid-19. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved