Virus Corona

Ramadan Diprediksi Jadi Puncak Penyebaran Virus Corona di Indonesia, Begini Penjelasannya

Upaya penanggulangan penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia masih terus dilakukan.

Editor: Mumu Mujahidin
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Umat muslim di Kota Pontianak melaksanakan i'tikaf dengan membaca ayat suci Alquran di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, pada malam 27 Ramadan 1436 H atau pada Senin (13/7) malam. 

TRIBUNCIREBON.COM - Virus corona masih mewabah di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia.

Upaya penanggulangan penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia masih terus dilakukan.

Misalnya, menerapan kebijakan social distancing: mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah hingga menyarankan untuk tidak mudik Lebaran tahun ini. 

Namun, upaya itu belum bisa menekan jumlah kasus positif terjangkit virus corona

Seorang Ibu Membunuh Anak Kandungnya yang Berusia 2 Tahun Gara-gara Rewel Tak Mau Makan

Menurut laporan www.covid-19.co.id, per Senin (6/5/2020) siang, Indonesia sudah memiliki jumlah kasus positif virus corona sebanyak 2.491 orang.

Ada 209 orang di antaranya meninggal dunia dan 192 orang telah dinyatakan sembuh.

Kondisi ini pun membuat banyak ahli khawatir akan puncak dari pandemi virus corona ini.

 

Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Iwan Ariawan saat menjadi narasumber di acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV pada Minggu (5/4/2020), menyampaikan penjelasan.

Menurutnya, puncak virus corona di Indonesia kemungkinan besar terjadi di bulan April ini.

"Pada model kami, jika pemerintah tidak melakukan apa-apa, jadi dalam skenario terburuk itu kita akan mencapai puncak dari epidemi corona pada pertengahan April," ujar Iwan.

Namun, ia menjelaskan dari hasil penelitiannya puncak Covid-19 ini bisa saja bergeser jika pemerintah melakukan intervensi yang tepat.

Peringatan Dini BMKG: Waspada Hari Ini, DKI Jakarta Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir

Jadwal Acara TV Hari Ini, Jangan Lewatkan Sinetron Mermaid In Love 2 di SCTV & Ini Talkshow NET TV

"Kemudian, kalau dari model itu puncaknya juga akan bergeser, puncak ini bergeser itu lebih baik."

"Karena memberikan kesempatan kita untuk bersiap-siap, yang mengkhawatirkan dari masalah epidemi Covid-19 adalah jumlah pasien yang nanti butuh perawatan di rumah sakit dan perlu perawatan intensif, ini yang akan membebani fasilitas kesehatan kita," jelasnya.

Ia mengatakan apabila pemerintah bisa menangani wabah ini dengan baik, maka Covid-19 di Indonesia diperkirakan akan usai pada akhir Mei atau awal Juni.

"Kalau dari model yang kami buat dilakukan intervensi yang baik, ini kasusnya akan berkurang di akhir Mei atau awal Juni. Tapi dengan catatan itu intervensinya dilakukan dengan intensif dan kita bisa menjaga penyebarannya," ucap Iwan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved