Selasa, 21 April 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Percakapan WhatsApp Yasonna Laoly & Najwa Shihab Soal Pembebasan Napi Koruptor: Suudzon Banget Sih

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly "semprot' dan mengirimkan pesan kepada presenter Mata Najwa, Najwa Shihab.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly 

TRIBUNCIREBON.COM- Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly "semprot' dan mengirimkan pesan kepada presenter Mata Najwa, Najwa Shihab.

Pembantu Presiden RI, Jokowi menilai Najwa Shihab memprovokasi soal rencana pembebasan Napi koruptor.

Bayi Baru Lahir Ditemukan di Atas Genting Tersangkut di Talang, Diduga Dibuang, Hasil Hubungan Gelap

Hal tersebut disampaikan Yasonna Laoly melalui pesan WhatsApp ke Najwa Shihab

Rencana Menteri Hukum dan HAM soal pembebasan Napi koruptor sejalan dengan program asimilasi pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Namun rencana tersebut kini menimbulkan banyak reaksi.

Sebelumnya dalam rapat Menkumham dengan DPR RI, Yasonna Laoly menjelaskan akan ada 30.000 Napi di seluruh Indonesia dibebaskan, kecuali koruptor dan napi narkoba.

6 Pegawai PT Kahatex Sumedang Terindikasi Positif Covid-19 Berdasarkan Hasil Rapid Test

Yasonna Laoly bahkan mau merivisi PP Nomor 99 Tahun 2012

Saat ini, sudah ada beberapa lembaga pemasyarakatan yang membebaskan para Napi.

Para Napi yang dibebaskan ini sesuai syarat program asimilasi. Seperti orang tua (lansia) dan anak yang sudah menjalani 3/4 masa tahanan.

Menkumham, Yasonna Laoly
Menkumham, Yasonna Laoly (Ist)

Yang membuat reaksi bermunculan adalah wacana Yasonna Laoly yang juga akan membebaskan para Napi koruptor dan narkoba.

Termasuk Najwa Shihab.

Sehari sebelumnya Najwa Shihab memposting persoalan rencana Napi koruptor ini yang akan dibebaskan, Sabtu (3/4/2020)

Koruptor Dibebaskan Gara-Gara Corona? Nanti Dulu!

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly berencana membebaskan napi termasuk napi koruptor karena corona. Alasan utamanya, lapas yang kelebihan kapasitas akan membuat penyebaran virus ini tidak terkendali dan jika satu tertular akan membahayakan semua.

Secara prinsip alasan ini sangat bisa diterima. Kondisi lapas kita memang tidak manusiawi, orang bertumpuk seperti pindang, bahkan tidur bergantian.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved