Virus Corona di Garut

Ribuan Tukang Cukur Asal Garut Bakal Mudik, Waspadai Virus Corona Pemangkas Rambut Dicek Kesehatan

rekan-rekan di PPRG akan saling mengingatkan. Pemeriksaan itu dilakukan agar tak terjadi keresahan di masyarakat.

Youtube South China Morning Post
Ilustrasi pemangkas rambut. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Ribuan pemangkas rambut asal Garut yang bekerja di Jabodetabek akan kembali ke Garut dalam beberapa hari ini. Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) sudah meminta semua pemangkas rambut untuk memeriksakan kesehatannya.

Ketua PPRG, Irawan, mengatakan jumlah pemangkas rambut yang akan pulang diperkirakan sebanyak 2.500 orang. Mereka tersebar di berbagai daerah di Jabodetabek.

"Kepulangan mereka (pemangkas rambut) ini murni gara-gara corona. Tempat kerja mereka pada libur. Sudah Ditutup sama yang punya tempatnya. Jadi bukan karena mau munggah saja," ucap Irawan, Senin (30/3/2020).

Irawan menyebut, sudah meminta para pemangkas rambut yang akan pulang untuk memeriksakan kesehatannya. Setibanya di Garut, para tukang cukur ini harus segera periksa ke Puskesmas.

"Sudah dikasih tahu semuanya. Yang pulang ke Garut, langsung datang ke Puskesmas untuk diperiksa. Sebelum datang ke keluarganya," kata Irawan yang baru selesai memangkas rambut Wakil Presiden itu saat dihubungi.

Jika ada pemangkas tak periksakan diri, rekan-rekan di PPRG akan saling mengingatkan. Pemeriksaan itu dilakukan agar tak terjadi keresahan di masyarakat.

"Kalau ada yang tak periksa, akan dilaporkan sama teman-teman. Akan disuruh periksa. Sudah disosialisasikan. Teman-teman sudah mengerti," ujarnya.

Dua Mal Besar di Cirebon Tutup Sementara Selama Pandemi Covid-19, Buka Kembali Tanggal 15 April

Baca Sholawat Tibbil Qulub, Dewi Perssik Pun Dipuji, Ini Keistimewaannya Cocok Buat Tangkal Corona

Seorang Pakar Jamin Kasus Virus Corona di Indonesia Akan Turun Pada Juni, Dengan Syarat Lakukan Ini

Irawan menambahkan, ia juga sudah menjalani pemeriksaan kesehatan saat akan memangkas rambut Wakil Presiden di Jakarta. Sepulangnya dari Jakarta, ia juga akan kembali melakukan pemeriksaan.

"Kemarin di Garut. Tadi dipanggil ke Jakarta. Sudah diperiksa hasilnya negatif. Nanti pulang ke Garut juga akan dicek lagi," katanya.

Sebelumnya, menjelang bulan Ramadan, Pemkab Garut memprediksikan ada sekitar 40 ribuan warga yang akan pulang ke Garut untuk menjalankan tradisi munggahan. Sampai saat ini, sudah ada 10 ribu warga Garut yang bekerja di luar kota kembali pulang.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, bakal segera melakukan pembatasan gerak warga ke pusat-pusat keramaian. Pihaknya akan meniru strategi yang dijalankan Kota Bandung dengan menutup beberaa ruas jalan.

"Menjelang tradisi munggah ini bakal banyak yang pulang sekitar 40 ribu. Kami akan periksa dimulut jalan yang akan ke kecamatan. Jadi bukan lockdown, tapi penyekatan di setiap kecamatan. Intinya posisi yang datang itu sehat," ujar Rudy. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved